Mohon tunggu...
Alvi AmaliaNur
Alvi AmaliaNur Mohon Tunggu... Freelancer - Author Novel Online

I can find the real me. Banyuwangi-Javanica

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Kisah si Tua yang Ingin Melindungi Banyak Manusia Terlantar, Baca Cerita di Sini!

28 Agustus 2021   11:25 Diperbarui: 28 Agustus 2021   11:53 87 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Love In The Last Holy Mountain

Paman Baron adalah, sosok yang baik dan lembut. Dia telah mendidik orang orang di sana untuk menjadi bermanfaat. Mansion bawah telah menampung banyak orang orang terlantar di luar sana, dan menjadikan mereka manusia yang berguna walaupun mereka masih di pinggirkan. Dia mampu turun gunung dan bepergian karena tidak memiliki inti spiritual untuk di bangkitkan sehingga, membuatnya untuk menolong warga terlantar di luar gunung. Dia juga sebelum di ijinkan tinggal oleh Morpha, di beri pesan untuk tidak berurusan dengan orang orang wilayah Thebes, dimana dia dapat mengetahuinya jika berjalan menuju arah Barat Daya. Paman Baron, masih sering mengingat kejadian pahit di masa lalunya yang kemudian dia bertemu dengan Morpha sehingga, dia bersama anggotanya dapat tinggal di gunung Melian. Paman Baron, memohon kepada Morpha sang Dewa Kehidupan untuk tidak mengatakan kejadian sebenarnya pada warga gunung Melian. Morpha pun mengabulkanya, dan hanya memberitahukan kepada warga gunung bahwa, gunung Melian saat ini terbagi 2 dan tidak boleh mengikut campuri masalah satu dengan yang lain.

Gunung Melian, adalah tempat teraman yang dapat di tempati. Dia dapat melindungi diri jika ada bahaya mendekat apalagi dia juga di bawah kekuasaan para Dewa Dewi. Gunung melian, menjadi gunung suci yang terkuat sejak Dewa Nirwana mengangkat Morpha menjadi Dewa kehidupan. Dia adalah satu satunya gunung yang tersisa saat ini setelah banyak gunung yang hancur atau di kuasai oleh penerus Raja Thebes. Mansion atas, dan mansion bawah gunung Melian, dua tempat yang menjadi satu itu saat ini masih sering salah paham karena tidak saling mengenal.

Pesan yang sering di sampai kan Paman Baron pada warga mansion bawah adalah, bukan seberapa banyak orang lain suka padamu, melainkan seberapa banyak uluran tangan mu pada orang lain.

Setelah beberapa jam menyelesaikan pekerjaanya, Ellgar mendatangi Phylos.

"Hei."

Sapa Ellgar menepuk punggung Phylos dari belakang.

"Hemh. lagi lagi tidak sopan," sindir Phylos.

"Hei, kau sahabat ku bukan orang lain," balas Ellgar.

"Ya, tetapi bukan berati kau bisa seenaknya pada saya. Setidaknya kau tidak perlu mengagetkan saya dengan menepuk punggung tiap kali bertemu, sakit!" tegasnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobi Selengkapnya
Lihat Hobi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan