Moch Atho Illaah
Moch Atho Illaah Journalist Freelance

Journalist - Aku menulis, maka aku ada.

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Awey: Demi Membangun Kemaslahatan Umat, NasDem Beri Ruang Penyandang Disabilitas

2 September 2018   16:27 Diperbarui: 2 September 2018   16:33 205 0 0
Awey: Demi Membangun Kemaslahatan Umat, NasDem Beri Ruang Penyandang Disabilitas
Dok. Pribadi

Jakarta - Bagi kebanyakan orang, keterbatasan fisik merupakan sesuatu yang menjadi penghalang besar untuk melakukan segala sesuatu dalam hidup mereka. Tidak jarang ada yang putus asa dan memilih mengikuti apa saja dalam hidupnya dengan mengubur banyak mimpi untuk menjadi seperti orang lain di sekitar mereka.

Namun, hal itu berbeda dengan sosok Anggiasari Puji Aryatie. Wanita penyandang disabilitas ini tidak minder untuk berkarir seperti wanita lain di seluruh dunia. Tidak tanggung-tanggung, wanita yang akrab disapa Anggi ini memilih mematangkan karirnya di dunia politik. Sebuah pilihan yang mustahil bagi kebanyakan perempuan yang normal sekalipun.

Pilihan Anggi ternyata tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Melalui pergumulan yang cukup panjang dan pertimbangan yang matang, Anggi kemudian memantapkan diri menjadi bakal calon anggota legislatif dari Partai NasDem untuk Pemilu 2019. Ia menjadi caleg DPR RI daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Ini hasil pergolakan panjang, ditimbang baik dan buruknya dan demi kepedulian saya untuk lebih lagi memperjuangan isu serta hak-hak sahabat disabilitas," kata Anggi ditemui usai pembekalan caleg Partai NasDem di Hotel Mercure, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

Anggi mengatakan, keputusan untuk terjun ke dunia politik ini juga merupakan dorongan dari rekan-rekannya sesama penyandang disabilitas. Sebelum memutuskan menjadi caleg Nasdem, Anggi memang sudah aktif memperjuangkan hak-hak disabilitas lewat sejumlah komunitas di Yogyakarta.

"Saya ingin banyak teman-teman difabel selain saya juga ikut caleg, ini pendidikan politik untuk kita semua, teman teman difabel berdaya lho, sangat potensial ada dalam masyarakat. Mereka paham hal-hal yang tidak pernah kita sangka," kata dia.

Anggi menyakini akan lebih mudah memperjuangkan hak-hak bagi penyandang disabilitas apabila dilakukan langsung lewat kursi wakil rakyat. Ia berjanji akan mendorong pembuatan UU yang berpihak dan menguntungkan kaum disabilitas.

Dengan begitu, disabilitas dapat hidup berdampingan dalam satu ruang yang sama tanpa sekat dengan masyarakat pada umumnya.

"Saya ingin berjuang agar teman-teman disabilitas dapat haknya. Sekolah yang diinginkan, pendidikan berkualitas, otomatis harapan akan lebih baik dan tidak jd beban hidup bagi orang lain," ujarnya.

Anggi sendiri mengaku memilih Partai NasDem sebagai kendaraan politik karena partai yang didirikan Surya Paloh ini memiliki track record yang baik. Sejauh ini, lingkungan di Partai NasDem juga menyambut dengan baik kehadiran dirinya.

"Saya masih belajar bagaimana berpartai politik. Dan saya ingin berkembang dengan partai ini," tuturnya

Sementara menanggapi keberanian Anggi, politisi Partai NasDem yang juga masuk dalam bursa caleg dapil Surabaya dan Sidoarjo Vinsensius Awey menjelaskan bahwa dirinya sangat mengapresiasi niat baik rekannya itu.

"Saya sangat mengapresiasi. Artinya NasDem juga memberikan ruang kepada siapapun yang berkehendak baik untuk ikut ambil bagian dalam membangun kemashalatan umat banyak atau Bonum Commune," kata Vinsensius Awey kepada media Minggu (2/9/2018) siang.

Menurut politisi yang akrab disapa Awey itu, keterbatasan bukanlah hal yang membatasi setiap orang untuk berbakti kepada bangsa dan negara. Baginya NasDem merupakan Partai yang sangat menghargai setiap niat baik orang-orang seperti Anggi.

"Solus Populi Supremo Lex (kesejahteraan rakyat adalah hukum tertinggi, red.) merupakan pegangan wajib seseorang yang hendak berbakti kepada bangsa dan negara. NasDem dalam hal ini sangat menghargai setiap orang seperti Anggi yang berkebutuhan khusus," ucapnya.

Ketika ditanya soal pesan apa yang harus dipelajari anak-anak muda dari sosok Anggi ini, Awey mengatakan bahwa generasi yang baik akan membina, mengawal, mendampingi, mempersiapkan regenerasi yang lebih baik lagi agar anak muda menyadari bahwa tongkat estafet kepemimpinan itu akan terus dilanjutkan secara berkesinambungan.

"Partai NasDem mempersiapkan generasi milenial dan post milenial. NasDem tak ingin hidup hanya 10 tahun saja. Dia ingin hidup selamanya sehingga perlu mentransformasi ideologi NasDem: Restorasi untuk Indonesia kepada generasi penerus agar bisa ikut bersama membaca perubahan Indonesia yang lebih baik dari tahun ke tahun. Anggi adalah bagian dari restorasi tersebut," pungkasnya. (ATH)