Mohon tunggu...
Alvania Kartika
Alvania Kartika Mohon Tunggu... Mahasiswa - Another ISTP

Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Rekomendasi Film Romantis yang Tidak (terlalu) Romantis

30 September 2021   09:07 Diperbarui: 1 Oktober 2021   07:54 241
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: https://pixabay.com/photos/valentine-s-day-chocolates-candies-2057745/

Semua orang mengharapkan kisah cintanya berakhir bahagia, apalagi diawal sebuah hubungan. Kenyataannya, perjalanan sebuah hubungan nggak selamanya senang-senang. Sebuah pelajaran yang saya camkan setelah beberapa kali berpacaran adalah: Jika kamu siap jatuh hati, kamu juga harus siap patah hati. Prinsip ini perlu diketahui semua orang, terutama anak-anak remaja yang baru mengenal cinta monyet.  Menurut pendapat saya, banyak orang bucin karena film dan tontonan yang disuguhkan di media adalah yang romantis-romantis terus. Orang jadi lupa bahwa sebenarnya hubungan itu bukan bagaimana awalnya tapi bagaimana bertahan dengan orang pilihan kita seumur hidup. 

Film-film berikut ini menyajikan kisah cinta yang realistis dan sangat mungkin terjadi di kehidupan sehari-hari kita. Lupakan adegan-adegan klise macam tabrakan, lalu saling beradu pandang yang di zoom terlalu lama (no offense). Dalam rekomendasi ini tidak ada urutan/peringkat khusus, beberapa film ini unik dengan pesan dan ciri khasnya masing-masing. Dan yang paling penting, film-film ini tidak menampilkan happy ending biasa. 

La la land

Film ini disajikan secara musikal tapi tidak semusikal "Hamilton", "Cats" atau "Cinderella"-nya Camila Cabello. Dua karakter utama film ini adalah Sebastian dan Mia yang tinggal di kota Hollywood. Mereka bertemu disebuah pesta musim panas. Meski awalnya interaksi mereka tidak terlalu menyenangkan, ternyata mereka memiliki passion yang sama besar untuk meraih impian dan mereka bisa saling berbagi tentang itu. 

500 Days of Summer

Film ini bercerita tentang seorang copywriter bernama Tom yang naksir Summer, asisten baru bosnya di kantor. Tom berharap Summer akan terus bersamanya namun ternyata tidak demikian. Film ini menitikberatkan tentang ekspektasi dalam sebuah hubungan. 

Before Trilogy (Before Sunrise, Before Sunset dan Before Midnight)

Mengutip dari pemeran utama Ethan Hawke:"(Before Sunrise, Before Sunset dan Before Midnight) menceritakan tentang apa yang bisa terjadi (what could be), apa yang seharusnya terjadi (what should be) dan apa yang sebenarnya terjadi (what it is).". Film ini seperti menunjukkan fase-fase dalam hidup. Jika diibaratkan, film Before Sunrise adalah masa muda yang berkisar usia 20an tahun, Before Sunset adalah umur 30an dan Before Midnight adalah umur 40an. 

Forever My Girl

Film ini berkisah Liam, musisi dari kota kecil dan Josie yang ditinggalkan di hari H pernikahannya. Meskipun karakternya agak berat sebelah, menurut saya film ini memberikan pesan tentang memaafkan. Selain itu, popularitas juga menjadi isu yang diangkat dalam film berdurasi hampir 2 jam ini. 

Blue Valentine

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun