Mohon tunggu...
Alvania Kartika
Alvania Kartika Mohon Tunggu... Mahasiswa - Another ISTP

Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Pengalaman Tes IELTS di Yogyakarta Sebelum Pandemi

29 September 2021   10:40 Diperbarui: 29 September 2021   21:26 272 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Tes IELTS (International English Language Testing System) adalah salah satu tes kemampuan bahasa Inggris yang paling banyak disyaratkan oleh kampus maupun pemberi beasiswa, khususnya di luar negeri. Tes ini terdiri dari 4 bagian: Listening, Reading, Writing dan Speaking. Listening, Reading dan Writing dilakukan dalam satu hari, sedangkan Speaking dapat dilakukan dihari yang sama maupun tidak. 

Sertifikat IELTS dikirimkan dari British Council
Sertifikat IELTS dikirimkan dari British Council

Saya memerlukan IELTS untuk keperluan mendaftar kuliah. Ada beberapa penyelenggara tes IELTS di Indonesia namun saya memilih British Council (BC) untuk melaksanakan tes IELTS pertama saya. Alasan saya memilih BC adalah hal yang sepele, karena saya ingin langsung tes dari "British Council" (preferensi pribadi). Penyelenggara lain tidak mengurangi esensi dari tes IELTS, kok. 

Pemesanan/Booking

Saya memesan tes untuk tanggal 11 Mei 2018 pada tanggal 28 April 2018 melalui ponsel. Di website ini saya mengisi formulir dan membayar biaya tes Rp2.900.000,00. BC memberi waktu 3 hari untuk pembayaran termasuk hari libur. Saat itu saya membayar di hari Minggu dan terkonfirmasi keesokan harinya. Menurut teman saya yang pernah tes IELTS di penyelenggara lain (IDP), dia diberikan waktu 24 jam untuk pembayaran. 

Tiga hari sebelum hari tes, saya mendapatkan email yang berisi jadwal dan lokasi tes. Saya tes Listening, Reading dan Writing pada tanggal 11 Mei dan Speaking keesokan harinya. Lokasi tes saya berada di Hotel Harper Mangkubumi lantai 2. Email ini sangat detail, sangat membantu saya untuk persiapan tes. Teman saya yang tes di IDP mendapatkan jadwal Speaking terlebih dahulu, kemudian tes Listening, Reading dan Writing. Lokasi tes teman saya ini di kampus Sanata Dharma. 

Hari H 

Saya tiba pukul 07.45, 15 menit sebelum rangkaian tes dimulai. Banyak orang menunggu di koridor hotel. Tepat pukul 8, peserta tes diarahkan menuju ruangan satu per satu untuk pengecekan identitas, pengambilan foto dan pengambilan sidik jari (seperti saat pembuatan paspor/KTP). Kemudian peserta diarahkan ke ruangan tes dan tempat duduk yang sudah diatur. 

Saya kebetulan duduk di dekat jendela hotel dan duduk bersebelahan dengan bule dari Slovakia. Mejanya panjang dan empuk khas meja konferensi. Diatas meja ada 2 pensil; 1 pensil HB dan 1 pensil 2B, 1 penghapus, kartu untuk tes Speaking esok hari serta air minum dalam teko kaca. Ya, air minum dalam teko kaca dan sebuah gelas kaca. Teman saya yang mengikuti tes di IDP membawa alat tulisnya sendiri. 

Ruangan tes terdiri dari 2 baris meja panjang, satu meja untuk 2 orang. Baris kiri terdapat 8 meja dan baris kanan ada 7 meja. Setelah melirik kartu-kartu pada meja, ternyata baris kiri adalah peserta tes IELTS Academic sedangkan di baris kanan adalah peserta tes IELTS General Training, keduanya adalah tipe IELTS yang berbeda. Meskipun berbeda, namun pelaksanaan tes Listening menggunakan audio yang sama.

Tes Speaking saya dilaksanakan keesokan hari di lokasi yang sama. Saya sangat menanti tes ini karena setahu saya, pewawancara adalah orang native berbahasa Inggris. Namun saya kurang beruntung karena saya mendapatkan pewawancara orang Indonesia yang terlisensi untuk menguji tes Speaking.  Saya tidak bisa menutupi kekecewaan di ekspresi saya namun tes tetap berlangsung. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan