Mohon tunggu...
Alung De Moore
Alung De Moore Mohon Tunggu...

Ajining rogo soko busono, ajining pikir soko ilmu, ajining jiwo soko agomo.

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Ssst...Katanya yang di Baju Prabowo dan Mahfud MD Bukan Garuda

5 Juni 2014   17:35 Diperbarui: 20 Juni 2015   05:13 801 15 14 Mohon Tunggu...

Membaca berita online tentang terbaliknya penempatan lambang  garuda oleh timnya  Prabowo-Hatta, saya jadi senyum-senyum kecut dan heran sekaligus sedih dan sangat-sangat prihatin.

Sumber:Lambang Garuda Prabowo-Hatta di Kanan
Sumber:Lambang Garuda di Baju Prabowo Hatta Melanggar UU
Sumber:UU dan MK Larang Modifikasi Lambang Negara

Saya tersenyum kecut karena komentar-komentar yang ada dari pihak yang mendukung pak Prabowo-Hatta sangat menyepelekan masalah fundamental bangsa Indonesia yaitu konstitusi-UU dan Hukum serta lambang negara Indonesia dengan mengatakan :"Itu bukan lambang negara (garuda)", yang menimbulkan pertanyaan lanjutan:"Kalau bukan burung garuda, itu burung blekok atau burung hantu?". Ditambah lagi komentator yang lain, yang semakin memanaskan kolom komentar.

Saya terheran karena  masalah yang terlihat sepele tele dan remeh temeh  ini bisa lolos dari pantauan timnya Prabowo-Hatta dan para pendukungnya, yang kata teman saya yang sekaligus pendukung Prabowo-Hatta pinter-pinter dan cerdas-cerdas.

Saya merasa sedih dan sekaligus sangat prihatin dengan kejadian ini karena ada Mahfud MD di tim Prabowo-Hatta yang telah melanggar UU. Mahfud MD yang sangat saya hormati dan saya kagumi sebagai mantan ketua MK yang pada masa lampau saya inginkan beliau jadi capres berpasangan dengan Anies Baswedan ssebagai cawapresnya, dan lalu saya inginkan Jokowi berpasangan dengan Mahfud MD sebagai cawapresnya, dan ketika Jokowi memilih JK sebagai cawapresnya saya inginkan Mahfud MD menjadi menteri hukum dan HAM untuk menegakan hukum dan HAM seadil-adilnya tapi malah sekarang memilih bergabung dengan Prabowo-Hatta lalu melanggar konstitusi-UU dan Hukum yang dulu pernah diputuskan sendiri oleh beliau (Mahfud MD).

Sulit rasanya bagi saya bisa menerima Mahfud MD bergabung dengan timnya Prabowo-Hatta, namun begitulah pilihan beliau saya harus menghormati dan menghargai tokoh yang sangat saya hormati dan kagumi itu,walaupun saya tetap istiqomah berada di kubu Jokowi-JK bersama Anies Baswedan.

Sekarang setelah melihat dan membaca Mahfud MD "dihajar" habis-habisan oleh komentator, tinggallah saya menunggu sikap dan pernyataan Mahfud MD sendiri terkait ini. Mudah-mudahan tidak blunder lagi sehingga tidak menyulut emosi lebih besar setelah sikap beliau mendukung Prabowo-Hatta yang dibaca sebagian orang sebagai tindakan orang yang sedang sakit hati karena tidak dipilih Jokowi sebagai cawapresnya.

VIDEO PILIHAN