Abdul Latip
Abdul Latip Pembelajar

|#PendidikanTanpaAngka | Master of Science Education | Kontak : alatip0212@gmail.com |

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Hindari 2 Hal ini Saat Momen Pembagian Rapor

16 Desember 2018   17:15 Diperbarui: 16 Desember 2018   18:44 910 8 2
Hindari 2 Hal ini Saat Momen Pembagian Rapor
Ilustrasi rapor siswa| Tribunnews Jabar

Pembagian rapor yang memuat laporan capaian pembelajaran semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 telah dilaksanakan di berbagai sekolah. Para orangtua dan anaknya pasti menantikan rapor ini untuk melihat perkembangan hasil pembelajarannya selama satu semester.

Ketika rapor sudah ditangan, apa yang biasanya pertama dilihat? Bagi sebagian besar orangtua dan anak, yang pertama kali dilihat dari rapor ini adalah nilai untuk setiap mata pelajaran. Nilai menjadi fokus utama yang diperhatikan orangtua dan anak untuk melihat capaian pembelajaran selama satu semester terakhir. 

Mengenai nilai rapor ini, berapapun nilai yang diraih oleh anak perlu disikapi secara bijak oleh setiap orangtua. Tidak perlu berlebihan menanggapi nilai rapor yang diraih oleh anak, karena nilai rapor hanya bagian kecil dari parameter capaian pembelajaran yang sudah dilalui anak. 

Namun kenyataanya, tidak jarang masih banyak orangtua yang terjebak dan salah memaknai nilai rapor ini, sehingga masih sering terjadi penghakiman kepada anak pasca pembagian rapor karena nilainya kecil atau tidak sesuai harapan orangtua.

Untuk menghindari hal tersebut, perlu kiranya mengetahui kesalahan yang sering terjadi di masyarakat ketika momen pembagian rapor ini. Berikut penjelasannya,

Pertama, melihat prestasi hanya dari nilai akademik saja. Kesalahan ini sudah sering terjadi dan secara tidak sadar berulang terus menerus. Sebagian besar orangtua masih menjadikan nilai akademik sebagai tolak ukur keberhasilan dan prestasi anak, tanpa melihat capaian non akademik yang telah diraih oleh anaknya.

Nilai akademik memang menjadi bagian utama pada rapor, namun nilai yang tertera pada rapor tidak selamanya bisa menunjukkan kemampuan seorang anak. Oleh karenanya penting untuk memperhatikan aspek lain selain nilai akademik yang tertulis dalam angka-angka.

Orangtua perlu menggali aspek lain (non akademik) ketika momentum pembagian rapor ini, aspek non akademik ini meliputi perkembangan karakter anak selama satu semester, perkembangan keterampilan dasar bekal hidup, keterampilan dasar berpikir, kemampuan sosial anak dan lainnya.

Untuk menggali hal tersebut, orangtua perlu berdiskusi dengan pihak sekolah dalam hal ini wali kelas untuk mendapatkan gambaran perkembangan non akademik anaknya selama satu semester. Orangtua bisa mendapatkan gambaran keseharian anaknya di sekolah, kondisi interaksi dengan siswa lain dan guru, serta perkembangan kemampuan sosialnya.

Dengan mengetahui gambaran perkembangan non akademik anaknya, orangtua akan mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai anaknya baik dari nilai akademik maupun non akademik. Dengan demikian, orangtua akan memandang prestasi anaknya tidak hanya dari sudut pandang akademik, tetapi juga memperhatikan kemampuan non akademik. 

Fakta menunjukkan tidak sedikit anak yang secara akademik biasa saja, tetapi secara kemampuan non akademik sangat unggul. Namun karena nilai akademik selalu ditonjolkan, maka kemampuan non akademiknya pun seolah tidak tampak. Ini lah yang harus dihindari dan disadari oleh semua pihak.

Sumber : republika.co.id
Sumber : republika.co.id
Kedua, membandingkan nilai akademik anak dengan anak lain. Selain nilai akademik masih menjadi fokus utama yang dilihat dalam rapor, kesalahan yang perku dihindari ketika pembagian rapor adalah membanding-bandingkan nilai akademik anak dengan anak lainnya.

Setiap orangtua tentunya mengharapkan anaknya mendapatkan nilai yang bagus. Namun orangtua pun baiknya tidak perlu membanding-bandingkan nilai yang sudah diperoleh anaknya dengan nilai teman-temannya, sekalipun nilai yang diraih anaknya sudah bagus. Apalagi membandingkan nilai anaknya ketika mendapat nilai yang kurang bagus daripada teman-teman lainnya.

Setiap orangtua harus memahami bahwa setiap anak memiliki keunggulan dan kelebihan yang berbeda, boleh jadi dari segi nilai akademik anaknya tidak sebagus teman-temannya. Namun bisa saja anaknya memiliki kelebihan dari aspek non akademik yang tidak dimiliki oleh teman-temannya. 

Dengan demikian mari hindari membanding-bandingkan nilai yang sudah diraih anak, mari lebih menghargai dan mengapresiasi setiap capaian nilai yang sudah diraih oleh anak. 

Dua hal tersebut saatnya kita hindari ketika momen pembagian rapor ini, mari lebih bijak memaknai laporan hasil belajar anak selama satu semester ini. Jika hasil belajarnya sudah baik, berikan apresiasi untuk setiap usaha yang telah dilakukan oleh anak. 

Tambahkan suntikan motivasi untuk menyemangati anak mempertahankan serta menunjukkan usaha lebih baik agar di semester selanjutnya jauh lebih baik. 

Jika hasilnya belum baik, jangan sekali-kali menghakimi anak dan menyalahkan sepenuhnya anak atas belum baiknya capaian belajarnya. Ajak bicara baik-baik dan gali semua informasi tentang kendala yang dihadapi selama pembelajaran berlangsung. Berikan arahan, solusi dan motivasi agar anak mau memperbaiki semuanya untuk menghadapi semester selanjutnya.