Tekno

Sudah Efektifkah "Surabaya Single Windows" sebagai Inovasi Pelayanan Publik di Kota Surabaya?

7 Desember 2017   10:41 Diperbarui: 7 Desember 2017   11:48 389 0 0
Sudah Efektifkah "Surabaya Single Windows" sebagai Inovasi Pelayanan Publik di Kota Surabaya?
Gambar 1.Struktur Interface WebsiteSSW

Selayang Pandang

Kinerja pelayanan publik yang lambat dilakukan oleh pemerintah sudah menjadi budaya yang tidak bisa diperbaiki dengan mudah. Kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan tersebut semakin menurun seiring dengan meningkatnya peran sektor privat dalam memberikan pelayanan serupa kepada masyarakat.

Pada akhir abad ke-20, pemerintah mulai mencoba memperbaiki kinerjanya dengan cara mengadopsi sistem kerja yang dilakukan oleh sektor privat, ditandai dengan munculnya paradigma baru dalam administrasi negara, yaitu New Public Management. Paradigma ini mengharuskan pemerintah untuk bekerja lebih cepat, efektif & efisien, serta fleksibel sebagaimana yang dilakukan oleh sektor privat.

Di Indonesia, pengadopsian prinsip dan nilai dari New Public Management salah satunya diterapkan bersamaan dengan berkembangnya tren internet dalam konteks globalisasi informasi. Booming-nya internet dan sistem informasi elektronik pada akhir abad ke-20 menginspirasi pemerintah Indonesia untuk memaksimalkan pelayanan publik agar lebih baik. 

Pada tahun 2001, pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 6 tentang Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia, yang kemudian disebut E-Government. Inovasi ini berkembang cepat dan terus diperbaiki oleh pemerintah, salah satunya seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Kota Surabaya merupakan salah satu kota terbaik yang berhasil menerapkan sistem E-Governmentdalam meningkatkan pelayanan publik.

Sebagai salah satu bentuk implementasi e-government,penggunaan ICT (information and communication technology) dengan berbasis internet juga dilakukan Pemerintah Kota Surabaya untuk melakukan percepatan inovasi pelayanan publik. Salah satu terobosan yang paling ditonjolkan adalah Surabaya Single Window(SSW) yang notabene merupakan salah satu perangkat UPTSA dalam melakukan layanan informasi terkait perizinan dan nonperizinan secara terpusat.

Surabaya Single Window

Surabaya Single Window(SSW) merupakan sistem layanan perizinan yang terpadu dan terintegrasi secara online. SSW dibuat oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan tujuan untuk memberikan kemudahan layanan perizinan bagi masyarakat dengan pihak Pemerintah Kota Surabaya (Dewi dan Mudjahidin, 2014). 

Penerapan Surabaya Single Window ini pada dasarnya dilandasi oleh Peraturan Walikota Surabaya No. 28 Tahun 2013 yang menyatakan bahwa pemerintah harus meningkatkan pelayanan perizinan dan non-perizinan yang efektif, efisien, dan transparan kepada masyarakat, termasuk pelaku usaha di Kota Surabaya. Selain itu, munculnya terobosan ini merupakan pelaksanaan Pasal 14 ayat 3 Peraturan Pemerintah nomor 96 tahun 2012 dan Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik

SSW diluncurkan secara resmi pada tanggal 15 Maret 2013 oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Menurut Rismaharini, keseluruhan proses SSW menggunakan data elektronik, mulai dari gambar, dokumen-dokumen persyaratan, surat tanah gambar perencanaan, serta dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan kepentingan pelayanan. 

Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan permintaan layanan di mana saja tanpa harus datang ke Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA). SSW ini merupakan layanan perizinan onlineterpadu satu jendela karena sistem perizinan onlinedi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di beberapa SKPD atau unit kerja yang dikoordinasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (uptsa.surabaya.go.id, 2013).

Tulisan ini ingin mendeskripsikan bagaimana efektivitas Surabaya Single Window(SSW) sebagai inovasi pelayanan publik dalam meningkatkan kualitas layanan perizinan di Kota Surabaya. Salah satu teori yang dapat digunakan dalam melihat penerapan atau implemetasi e-governmentserta menilai kualitas layanan yang diberikan melalui e-governmenttersebut (e-services) adalah teori E-GovQual. 

E-GovQualtersebut dapat dimasukkan ke dalam enam kriteria utama yang dikenal dengan dimensi kualitas pelayanan e-government(Fuad dan Mudjahidin, 2013). Enam kriteria tersebut antara lain (1) Ease of useyang merupakan dimensi untuk melihat kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses e-govenrment; (2) Trustyang merupakan dimensi untuk menilai kepercayaan masyarakat terhadap e-governmentterkait risiko bahaya atau keraguan aelama proses layanan secara online; (3) Functionality of the Interaction Environmentyang merupakan peran integral pada e-governmentdalam menciptakan kemungkinan untuk berkomunikasi. Dengan kata lain, e-governmentdapat menjadi media untuk mengirim informasi secara online; (4) Reliability yang merupakan dimensi untuk menilai apakah e-governmentdapat diandalkan oleh masyarakat terkait layanan pengiriman yang sesuai dan tepat waktu serta aksesibilitas dan akurasi layanan yang dapat diandalkan. (5) Content and Appearance of Informationyang merupakan dimensi untuk menilai e-governmentyang berkaitan dengan kualitas informasi, dalam hal ini meliputi penyajian dan tata letak, penggunaan warna, grafis, ukuran halaman web, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan tampilan dan isi web; (6) Citizen Support yang merupakan dimensi untuk menilai e-govenrmentberdasarkan kemampuan pemerintah melalui websitedalam membantu masyarakat melakukan pencarian informasi maupun melakukan transaksi.  Sehingga pertanyaan besar yang ingin dijawab oleh tulisan ini adalah bagaimanakah efektivitas Surabaya Single Window(SSW) sebagai inovasi pelayanan publik dalam meningkatkan kualitas layanan perizinan di Kota Surabaya jika dilihat dengan menggunakan dimensi E-GovQual?

Kemudahan dalam Penggunaan (Ease of Use)

Dalam menganalisis dimensi Ease Of Use, Mudjhidin (2015) menjelaskan bahwa ada beberapa indikator yang bisa digunakan sebagai ukuran kemudahan penggunaan, yaitu struktur website yang sederhana, URL yang mudah diingat, fungsi pencarian yang disesuaikan, peta situs dan kemampuan untuk penyesuaian dan personalisasi informasi. Struktur websiteSSW dapat dilihat pada gambar berikut:

Pada gambar tersebut, dapat dilihat bahwa struktur website Surabaya Single Windowmemiliki struktur yang sederhana dan masih sesuai dengan standar struktur websitepemerintah pada umumnya. Pada bagian atas, terdapat menu navigasi yang sederhana karena hanya terdapat tiga menu utama, yaitu beranda, login, dan registrasi. 

Pada posisi dibawah menu, terdapat nama situs dan logo SSW yang simpel. Selanjutnya, pada badan utama terdapat konten websiteyang terdiri dari enam menu yang berisikan 6 layanan umum, yaitu Perizinan Investasi Paket, Pendaftaran Izin Parsial Mandiri, Monitoring Berkas SSW, Verifikasi Berkas SSW, Bimbingan Teknis SSW, dan Contoh Penyusunan Dokumen.

Secara umum jika ditelusuri ke dalam aplikasi websitetersebut, fitur-fitur yang disediakan dalam SSW sangatlah sederhana tanpa embel-embel yang tidak perlu. Pemilihan bentuk dan warna interface websitejuga menampilkan kesan yang rapi dan menarik sehingga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyediakan layanan secara profesional sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat pada umumnya. 

Kesederhanaan dalam penyajian websitetersebut sangat menentukan tingkat penggunaan karena kemudahan akses ke dalam fitur websitesangat membantu masyarakat terutama yang tidak memiliki kemampuan menggunakan komputer dan internet dengan baik. Kesederhanaan tersebut juga didukung dengan bahasa dan penjelasan-penjelasan yang cukup baik sehingga tidak akan memunculkan kesulitan bagi warga untuk melakukan suatu perizinan.

Gambar 2.Halaman Prosedur Pengajuan Izin SIUP
Gambar 2.Halaman Prosedur Pengajuan Izin SIUP


Sebagai contoh, ketika ingin mengajukan surat izin usaha perdagangan, prosedur dan persyaratannya pun sudah dijelaskan dengan rinci di halaman tersebut. Fitur ini dapat memudahkan pemohon dalam memahami alur birokrasi sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuannya dalam mengajukan surat permohonan perizinan. Terbatasnya menu dan informasi membuat websiteini menjadi lebih fokus dan mudah dalam membantu masyrakat melakukan perizinan. Hal ini yang menjadi inovasi dalam pelayanan publik mengingat urusan permohonan perizinan selama ini yang dinilai sulit dan rumit oleh masyrakat.

Kepercayaan Pengguna (Trust)

Tujuan utama diluncurkannya layanan SSW adalah untuk mempermudah perizinan usaha agar mendorong peningkatan investasi di Kota Surabaya. Setiap warga (lokal dan luar daerah atau luar negeri) yang ingin berinvestasi tentunya ingin mendapatkan kemudahan dalam perizinannya. Selama ini, proses birokrasi yang begitu panjang dan berbelit membuat iklim investasi di daerah Kabupaten/Kota cenderung tidak kondusif. 

Pada beberapa kasus, biaya transaksi (tambahan biaya ilegal) ternyata lebih besar daripada biaya formal untuk mendapatkan surat izin yang diinginkan. Hal ini yang mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk melakukan inovasi dalam memberikan izin kepada para investor agar iklim investasi kembali membaik sehingga berimplikasi juga pada peningkatan sektor ekonomi.

Saat ini, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) yang mengurusi perizinan SSW sudah terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) onlinedi beberapa SKPD atau unit kerja yang dikoordinasikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Fitur yang sudah tersistematisasi dengan perangkat yang canggih ini menunjukkan peningkatan kualitas manajemen yang semakin baik. 

Sistem yang terintegrasi secara onlinemenghasilkan tata kelola yang lebih akuntabel dibanding dengan sistem manual. Rekam jejak data yang terjadi selama proses perizinan dapat dengan mudah disimpan dan ditelusuri oleh penyedia layanan maupun pemohon. Dengan demikian, transaksi-transaksi yang tidak berhubungan dengan proses perizinan akan dapat diminimalisasi dan data-data yang dilampirkan pun dapat dipertanggung jawabkan oleh kedua pihak (pemerintah dan pemohon).

Selain itu, pemerintah pun semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas tata kelola SSW dengan memenangkan penghargaan internasional FutureGov2014 sebagai yang terbaik dalam inovasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi (bkppm.surabaya.go.id, 2014). Tren positif kinerja Pemerintah Kota Surabaya juga ditunjukkan dengan prestasi Kota Surabaya sebagai best of the best dalam penganugerahan Kota Cerdas 2015 versi Lipsus Kompas (lipsus.kompas.com, 2015). Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap kinerja dan inovasi yang dikelola Pemerintah Kota Surabaya semakin positif. Hal ini menjadi dukungan bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publiknya.

Fungsi Interaksi (Functionality of the Interaction Environment)

Dimensi Functionality of the Interaction Environmentmerupakan dimensi yang digunakan untuk melihat apakah SSW sebagai sebuah layanan yang terintegrasi memungkinkan adanya komunikasi antara pemohon dengan penyedia layanan secara langsung maupun tidak langsung. Penyediaan informasi yang baik secara onlinedan respon yang cepat juga merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan komunikasi yang interaktif antara penyedia dengan pemohon. Interaksi yang terjadi secara dinamis dan timbal-balik akan meningkatkan kualitas dari pelayanan dan kepuasan pemohon sehingga proses perizinan pun semakin cepat, mudah, dan terjangkau.

Gambar 3. Sistem Manajemen Permohonan Bantuan
Gambar 3. Sistem Manajemen Permohonan Bantuan

UPTSA melalui Keputusan Kepala Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal Kota Surabaya Nomor 503/2045/436.7.5/2013 tahun 2013 telah menetapkan standar pelayanan penerbitan izin melalui SSW. Dalam standar pelayanan tersebut, terdapat juga aturan terkait perizinan dan non perizinan, serta pengaduan dan saran yang disediakan dalam bentuk sarana komunikasi. 

Komunikasi ini dapat disampaikan melalui SSW (sistem elektronik dalam website) ataupun secara langsung kepada petugas pengaduan atau perangkat sistem informasi yang tersedia di ruang pelayanan. Selain itu, komunikasi tersebut juga dapat dilakukan melalui sambungan telepon, e-mail, dan Sistem Manajemen Permohonan Bantuan yang dapat diakses melalui website https://www.cktr.web.id/helpdesk.

Komunikasi dalam hal pengaduan atau keluhan ditangani langsung oleh petugas pengaduan yang nanti akan ditindaklanjuti oleh Kepala Sub Unit Program dan Informasi UPTSA. Sebelum itu, segala bentuk pengaduan yang masuk akan tercatat di Log BookPengaduan yang ada pada aplikasi. Komunikasi yang terjadi lebih banyak dilakukan secara tidak langsung dengan mekanisme follow-upyang tidak bisa dikontrol langsung oleh pemohon karena kurangnya tatap muka. Namun demikian, Pemerintah Kota Surabaya juga telah menyiapkan ruang layanan informasi rencana peruntukan yang akan memudahkan masyarakat memperoleh informasi atau gambaran peruntukan lahan yang akan digunakan secara langsung, yang disebut meeting room.

Keandalan (Reliability)

Sistem teknologi informasi dan komunikasi dalam e-governmentyang canggih harus dibuktikan dengan kebermanfaatan yang besar juga. Hadirnya konsep e-governmentditujukan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik daripada sistem manual yang sebelumnya. Sistem tersebut mesti dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan dan menyelesaikan permasalahan dari penggunanya. Misalnya, dalam memberikan layanan secara cepat dan tepat sesuai yang dijanjikan dan diatur oleh pemerintah. Pelaksanaan sistem yang dapat diandalkan menunjukkan pemerintah telah memenuhi kualitas e-servicesdengan baik sesuai dengan standarnya.

Untuk melihat apakah SSW dapat diandalkan oleh pemohon, banyak aspek yang dapat digunakan. Misalnya, dilihat dari lamanya waktunya penyelesaian perizinan. Waktu yang diperlukan untuk mendapatkan surat izin adalah sekitar 14 sampai dengan 30 hari kerja, tergantung dari jenis izin yang diajukan. Waktu tersebut jauh lebih cepat dibandingkan sistem manual yang sebelumnya (uptsa.surabaya.go.id, 2013). 

Sistem onlineini juga sangat diandalkan dalam mengurangi peluang percaloan karena tidak adanya tatap muka secara langsung sehingga biaya yang dikeluarkan oleh pemohon akan berkurang atau gratis. Selain itu, mekanisme pemrosesan izin secara paralel dapat memangkas proses antrian antarpemohon sehingga proses izin dapat dilakukan secara simultan jika satu orang mengajukan lebih dari satu jenis izin.

Upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan juga dilakukan pemerintah dengan melakukan perbaikan SDM. Pengelola websiteSSW merupakan orang-orang yang ahli dibidangnya sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal. Hal tersebut dapat dilihat dari kualitas web designyang modern dan menarik serta kemudahan akses internet yang membuat masyarakat tidak merasa kesulitan untuk menggunakan layanan online tersebut. Selain itu, ketersedian serveryang baik juga menentukan kemampuan SSW dalam menampung data pengakses izin yang masuk dalam satu waktu tertentu. Pemerintah dapat mengantisipasi agar tidak terjadi server downyang menyebabkan lost dataataupun kevakuman layanan.

Isi dan Tampilan (Content and Appearance of Information)

Kesederhanaan dalam penampilan konten di websitedapat mempermudah pengunjung untuk memahami isi konten dan bersedia untuk mengakses lebih jauh. Pemilihan tata letak, gambar, warna, sampai dengan fitur aplikasi sangat menentukan kesan profesionalitas dan keseriusan pemerintah dalam mengelola situs website-nya. Selain itu, penggunaan bahasa dan format tulisan yang mudah dimengerti juga dapat memengaruhi kesan pengunjung untuk terus mengakses halaman websitetersebut dan segala jenis konten serta layanan yang disediakan.

Pada tampilan awal websiteSSW, interfaceyang digunakan sangat menarik dan mudah untuk dipahami. Tidak ada gambar maupun kata-kata yang tidak perlu ditampilkan dalam halaman tersebut. Bahasa yang digunakan pun adalah bahasa Indonesia pada umumnya yang mudah dimengerti karena disesuaikan dengan ejaan yang disempurnakan dan bahasa formal sehari-sehari. Pada setiap halaman juga sama sekali tidak terdapat iklan-iklan atau adslain yang mengganggu kesederhanaan tampilan website.Macam-macam layanan pun dikelompokkan berdasarkan kategorinya sehingga mudah untuk dipahami dan diakses.

Gambar 4.Kategori Pendaftaran Izin Parsial
Gambar 4.Kategori Pendaftaran Izin Parsial

Segala macam prosedur dan persyaratan dalam pengajuan izin pun dijelaskan secara singkat pada halaman pendaftaran izin. Alur dalam mengajukan izin yang ditampilkan dalam bentuk gambar dan tabel membuat pemohon lebih mudah dalam memahami birokrasi yang ada. Pada beberapa jenis izin, disertakan juga dasar-dasar hukum yang menjadi landasannya agar dapat dimengerti bagaimana aturan yang sebenarnya dan sewaktu-sewaktu bisa mengkritik apabila layanan tersebut tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sistem SSW ini juga menggunakan identitas permohonan izin berdasarkan nomor yang berbeda-beda. Dengan nomor tersebut, setiap pemohon dapat melacak dan memonitor progres atau status berkas perizinan yang sedang diproses. Selain itu, untuk menyamaratakan format formulir perizinan, SSW juga menyediakan halaman untuk Bimbingan Teknis SSW dan halaman Contoh Penyusunan Dokumen. Dengan kedua fitur ini, pemohon dapat membuat sendiri format surat perizinannya tanpa perlu bergantung pada RT/RW, Lurah, ataupun calo dalam menyusun surat perizinan. Dengan demikian, proses perizinan pun akan menjadi lebih cepat dan efisien.

Pendukung (Citizen Support)

Pemerintah Kota Surabaya melalui websiteSSW telah membantu masyarakat dalam mencari informasi dan melakukan transaksi perizinan di Kota Surabaya. Dengan fitur di websiteyang dapat digunakan dengan mudah, proses perizinan pun menjadi tidak sulit untuk dilakukan. Model perizinan satu pintu memang sedang menjadi tren dan diikuti di berbagai daerah. Model ini membuat proses birokrasi menjadi lebih cepat dan tepat. Selain itu, terintegrasinya Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) onlinedi beberapa SKPD membuat koordinasi dan kolaborasi penyediaan layanan menjadi lebih efisien.

Kehadiran SSW ditujukan untuk para investor agar tidak takut menanamkan investasinya di Kota Surabaya hanya karena lelah berurusan dengan birokrasi perizinan yang rumit. Setelah dilaksanakannya program layanan SSW ini, iklim investasi di Kota Surabaya kembali membaik sehingga berimplikasi juga pada peningkatan sektor ekonomi. Masyarakat juga mendapat keuntungan dengan dipermudahnya proses perizinan. Dengan demikian, patologi birokrasi yang mengharuskan munculnya ketidakefektifan dan ketidakefisienan pelayanan publik dapat di atasi oleh layanan SSW ini.

Epilog

 Secara umum berdasarkan analisis dimensi E-GovQual,SSW sebagai inovasi pelayanan publik berbasis ICT telah berjalan cukup efektif . Pertama, dimensi Ease of Useditunjukkan dengan SSW yang ditampilkan dengan sederhana agar masyarakat mudah untuk menggunakannya. Kedua, dimensi Trust ditunjukkan dengan pemerintah yang dapat menjaga keercayaan dari masyarakat dengan terus meningkatkan pelayanan dan meraih prestasi atau penghargaan atas kinerja mereka. Ketiga, dimensi Functionality of the Interaction Environment ditunjukkan dengan komitmennya pemerintah dalam menyediakan fitur pengaduan agar tetap menjaga komunikasi dengan masyarakat. 

Keempat, dimensi Reliabilityditunjukkan dengan kemampuan SSW dalam menyederhanakan waktu dan prosedur pemrosesan izin sehingga perizinan lebih cepat, mudah, dan terjangkau. Kelima, dimensi Content and Appearance of Information ditunjukkan dengan tampilan websiteyang menarik dan fitur perizinan yang banyak meskipun masih beberapa jenis izin yang tidak ter-cover.Keenam, dimensi Citizen Supportditunjukkan dengan banyaknya manfaat yang diterima masyarakat dengan kehadiran SSW ini.

Namun, untuk lebih meningkatkan kualitas SSW dalam menyediakan pelayanan publik, ada setidaknya ada tiga hal yang menurut penulis perlu dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Pertama, Pemerintah Kota Surabaya harus lebih sering memberikan pelatihan kepada pegawai agar terus melakukan inovasi dan perbaikan. Kedua, Pemerintah Kota Surabaya harus lebih intensif dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan sistem perizinan secara onlinekarena tidak semua masyarakat memiliki kemampuan dan akses yang sama terhadap teknologi.Ketiga, Pemerintah Kota Surabaya harus melakukan kolaborasi dengan daerah lain agar dapat melakukan inovasi yang lebih besar dan juga membantu daerah lain untuk melakukan inovasi juga dalam sistem pelayanan publiknya,

Referensi

Admin. "Surabaya Single Window (SSW) Sabet Penghargaan Internasional FutureGov 2014". diakses dari https://bkppm.surabaya.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=401%3Asurabayasingle-window-ssw-sabet-penghargaan-internasionalfuturegov2014&catid=35%3Aberita&Itemid=67&lang=in pada tanggal 4 Desember 2017.

Admin. "Surabaya, Yogyakarta, dan Magelang Kota Cerdas 2015". Diakses dari https://lipsus.kompas.com/kotacerdas/read/2015/08/13/200801621/Surabaya.Yogyakarta.dan.Magelang.Kota.Cerdas.2015 pada tanggal 4 Desember 2017.

Dewi, L. A. S., & Mujahidin, M. (2014). Analisis Penerapan Aplikasi Surabaya Single Windows Pemerintah Kota Surabaya Menggunakan Government Adoption Model (GAM). Jurnal Teknik ITS, 3(2), A210-A215.

Fuad, Achmad., & Mudjahidin. 2013. Penilaian Kualitas Layanan E-Government

dengan Menggunakan Dimensi E-Govqual (Studi Kasus Pemerintah Provinsi Jawa Timur). Jurnal Teknik PomitsVol. 1, No. 1, (2013), 1-6.

Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap Pemerintah Kota Surabaya. 2013. "Dinkominfo Sosialisasikan Perizinan Online Terpadu Surabaya Single window (SSW) Kepada Para Konsultan". Diakses dari https://uptsa.surabaya.go.id/detil.php?p=news&id=4, pada tanggal 5 Desember 2017.