Tekno

Sudah Efektifkah "Surabaya Single Windows" sebagai Inovasi Pelayanan Publik di Kota Surabaya?

7 Desember 2017   10:41 Diperbarui: 7 Desember 2017   11:48 2774 0 0
Sudah Efektifkah "Surabaya Single Windows" sebagai Inovasi Pelayanan Publik di Kota Surabaya?
Gambar 1.Struktur Interface WebsiteSSW

Selayang Pandang

Kinerja pelayanan publik yang lambat dilakukan oleh pemerintah sudah menjadi budaya yang tidak bisa diperbaiki dengan mudah. Kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan tersebut semakin menurun seiring dengan meningkatnya peran sektor privat dalam memberikan pelayanan serupa kepada masyarakat.

Pada akhir abad ke-20, pemerintah mulai mencoba memperbaiki kinerjanya dengan cara mengadopsi sistem kerja yang dilakukan oleh sektor privat, ditandai dengan munculnya paradigma baru dalam administrasi negara, yaitu New Public Management. Paradigma ini mengharuskan pemerintah untuk bekerja lebih cepat, efektif & efisien, serta fleksibel sebagaimana yang dilakukan oleh sektor privat.

Di Indonesia, pengadopsian prinsip dan nilai dari New Public Management salah satunya diterapkan bersamaan dengan berkembangnya tren internet dalam konteks globalisasi informasi. Booming-nya internet dan sistem informasi elektronik pada akhir abad ke-20 menginspirasi pemerintah Indonesia untuk memaksimalkan pelayanan publik agar lebih baik. 

Pada tahun 2001, pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 6 tentang Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia, yang kemudian disebut E-Government. Inovasi ini berkembang cepat dan terus diperbaiki oleh pemerintah, salah satunya seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Kota Surabaya merupakan salah satu kota terbaik yang berhasil menerapkan sistem E-Governmentdalam meningkatkan pelayanan publik.

Sebagai salah satu bentuk implementasi e-government,penggunaan ICT (information and communication technology) dengan berbasis internet juga dilakukan Pemerintah Kota Surabaya untuk melakukan percepatan inovasi pelayanan publik. Salah satu terobosan yang paling ditonjolkan adalah Surabaya Single Window(SSW) yang notabene merupakan salah satu perangkat UPTSA dalam melakukan layanan informasi terkait perizinan dan nonperizinan secara terpusat.

Surabaya Single Window

Surabaya Single Window(SSW) merupakan sistem layanan perizinan yang terpadu dan terintegrasi secara online. SSW dibuat oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan tujuan untuk memberikan kemudahan layanan perizinan bagi masyarakat dengan pihak Pemerintah Kota Surabaya (Dewi dan Mudjahidin, 2014). 

Penerapan Surabaya Single Window ini pada dasarnya dilandasi oleh Peraturan Walikota Surabaya No. 28 Tahun 2013 yang menyatakan bahwa pemerintah harus meningkatkan pelayanan perizinan dan non-perizinan yang efektif, efisien, dan transparan kepada masyarakat, termasuk pelaku usaha di Kota Surabaya. Selain itu, munculnya terobosan ini merupakan pelaksanaan Pasal 14 ayat 3 Peraturan Pemerintah nomor 96 tahun 2012 dan Undang-Undang nomor 25 tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik

SSW diluncurkan secara resmi pada tanggal 15 Maret 2013 oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Menurut Rismaharini, keseluruhan proses SSW menggunakan data elektronik, mulai dari gambar, dokumen-dokumen persyaratan, surat tanah gambar perencanaan, serta dokumen-dokumen lain yang berkaitan dengan kepentingan pelayanan. 

Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan permintaan layanan di mana saja tanpa harus datang ke Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA). SSW ini merupakan layanan perizinan onlineterpadu satu jendela karena sistem perizinan onlinedi Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di beberapa SKPD atau unit kerja yang dikoordinasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (uptsa.surabaya.go.id, 2013).

Tulisan ini ingin mendeskripsikan bagaimana efektivitas Surabaya Single Window(SSW) sebagai inovasi pelayanan publik dalam meningkatkan kualitas layanan perizinan di Kota Surabaya. Salah satu teori yang dapat digunakan dalam melihat penerapan atau implemetasi e-governmentserta menilai kualitas layanan yang diberikan melalui e-governmenttersebut (e-services) adalah teori E-GovQual. 

E-GovQualtersebut dapat dimasukkan ke dalam enam kriteria utama yang dikenal dengan dimensi kualitas pelayanan e-government(Fuad dan Mudjahidin, 2013). Enam kriteria tersebut antara lain (1) Ease of useyang merupakan dimensi untuk melihat kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses e-govenrment; (2) Trustyang merupakan dimensi untuk menilai kepercayaan masyarakat terhadap e-governmentterkait risiko bahaya atau keraguan aelama proses layanan secara online; (3) Functionality of the Interaction Environmentyang merupakan peran integral pada e-governmentdalam menciptakan kemungkinan untuk berkomunikasi. Dengan kata lain, e-governmentdapat menjadi media untuk mengirim informasi secara online; (4) Reliability yang merupakan dimensi untuk menilai apakah e-governmentdapat diandalkan oleh masyarakat terkait layanan pengiriman yang sesuai dan tepat waktu serta aksesibilitas dan akurasi layanan yang dapat diandalkan. (5) Content and Appearance of Informationyang merupakan dimensi untuk menilai e-governmentyang berkaitan dengan kualitas informasi, dalam hal ini meliputi penyajian dan tata letak, penggunaan warna, grafis, ukuran halaman web, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan tampilan dan isi web; (6) Citizen Support yang merupakan dimensi untuk menilai e-govenrmentberdasarkan kemampuan pemerintah melalui websitedalam membantu masyarakat melakukan pencarian informasi maupun melakukan transaksi.  Sehingga pertanyaan besar yang ingin dijawab oleh tulisan ini adalah bagaimanakah efektivitas Surabaya Single Window(SSW) sebagai inovasi pelayanan publik dalam meningkatkan kualitas layanan perizinan di Kota Surabaya jika dilihat dengan menggunakan dimensi E-GovQual?

Kemudahan dalam Penggunaan (Ease of Use)

Dalam menganalisis dimensi Ease Of Use, Mudjhidin (2015) menjelaskan bahwa ada beberapa indikator yang bisa digunakan sebagai ukuran kemudahan penggunaan, yaitu struktur website yang sederhana, URL yang mudah diingat, fungsi pencarian yang disesuaikan, peta situs dan kemampuan untuk penyesuaian dan personalisasi informasi. Struktur websiteSSW dapat dilihat pada gambar berikut:

Pada gambar tersebut, dapat dilihat bahwa struktur website Surabaya Single Windowmemiliki struktur yang sederhana dan masih sesuai dengan standar struktur websitepemerintah pada umumnya. Pada bagian atas, terdapat menu navigasi yang sederhana karena hanya terdapat tiga menu utama, yaitu beranda, login, dan registrasi. 

Pada posisi dibawah menu, terdapat nama situs dan logo SSW yang simpel. Selanjutnya, pada badan utama terdapat konten websiteyang terdiri dari enam menu yang berisikan 6 layanan umum, yaitu Perizinan Investasi Paket, Pendaftaran Izin Parsial Mandiri, Monitoring Berkas SSW, Verifikasi Berkas SSW, Bimbingan Teknis SSW, dan Contoh Penyusunan Dokumen.

Secara umum jika ditelusuri ke dalam aplikasi websitetersebut, fitur-fitur yang disediakan dalam SSW sangatlah sederhana tanpa embel-embel yang tidak perlu. Pemilihan bentuk dan warna interface websitejuga menampilkan kesan yang rapi dan menarik sehingga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyediakan layanan secara profesional sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat pada umumnya. 

Kesederhanaan dalam penyajian websitetersebut sangat menentukan tingkat penggunaan karena kemudahan akses ke dalam fitur websitesangat membantu masyarakat terutama yang tidak memiliki kemampuan menggunakan komputer dan internet dengan baik. Kesederhanaan tersebut juga didukung dengan bahasa dan penjelasan-penjelasan yang cukup baik sehingga tidak akan memunculkan kesulitan bagi warga untuk melakukan suatu perizinan.

Gambar 2.Halaman Prosedur Pengajuan Izin SIUP
Gambar 2.Halaman Prosedur Pengajuan Izin SIUP
Sebagai contoh, ketika ingin mengajukan surat izin usaha perdagangan, prosedur dan persyaratannya pun sudah dijelaskan dengan rinci di halaman tersebut. Fitur ini dapat memudahkan pemohon dalam memahami alur birokrasi sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuannya dalam mengajukan surat permohonan perizinan. Terbatasnya menu dan informasi membuat websiteini menjadi lebih fokus dan mudah dalam membantu masyrakat melakukan perizinan. Hal ini yang menjadi inovasi dalam pelayanan publik mengingat urusan permohonan perizinan selama ini yang dinilai sulit dan rumit oleh masyrakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3