AlSayyid Jumianto
AlSayyid Jumianto Guru

Menulis adalah memulai suatu perubahan Sebuah kata tanpa makna bila tidak ada yang membacanya karena sebuah takdir tulisan di kenang sampai akhir hayat alsayyid jumianto

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Belajar dari "Kalahnya" Prabowo (2)

22 April 2019   13:04 Diperbarui: 22 April 2019   13:22 109 1 0
Belajar dari "Kalahnya" Prabowo (2)
Dok Kompas TV

Belajar dari "kalahnya" Prabowo (2)

.       Tidak menyerah

         atas situasi apapun

Itu yang saya kagumi terhadap beliau walau semua orang tahu Prabowo sering masih di hubungkan "kembet" dengan masa lalu mantan mantu penguasa negeri ini 32 tahun dan mantan kopasus yang sering dulu ditakuti para aktivis negri ini.

Prabowo menurutku adalah sosok manusia biasa yang mempunyai kesempatan luar biasa untuk "mengubah" paradigma ini terhambat oleh sepak terjang penguasa saat ini yang nota bene telah dan pernah memegang  kendali negeri ini sampai lima tahun yang akan datang adalah sebuah "tantangan" yang coba dihadapinya dengan jelas kekuatannya yang hampir 45% penduduk negeri ini.

Tanpa kata menyerah walau "kegagalan," masih menyertainya  sampai pemilu raya sesi kedua tahun 2019 ini.

Percaya diri dan maju adalah niatnya walau pendukung sejatinya banyak ditikung oleh kawan dan lawannya lewat "politikisasi hoax" yang masif sehingga banyak aktifis yang mendukungnya diamankan dan dikasuskan persis seperti ketika jaman ORBA dan ini entah mengapa menimpanya disaat dipercaya untuk melangkah maju menantang petahana  adalah sebagian dari hambatan yang di terjangnya untuk lajukan kapal kedepannya.

Sering kita lupa dan yakin apakah petahana bisa leading tanpa penantang? adalah sebuah keniscayaan tetapi dinegeri ini ada dan dibenarkan !
Banyak orang meragukan jiwa kepemimpinannya walau terbukti bahwa partai yang dipimpinya mampu menembus sepuluh besar tingkat nasional yang patut diperhitungkan oleh kawan maupun lawan politiknya.

Realita sekarang walau disinyalir akan seperti pemilu 2014 hasilnya sang beliau tetap teguh tunggu 22 Mei pengumuman real count adalah nyata inilah real pemilu yang banyak korbankan harta, jiwa, raga juga harga dirinya untuk melawan apa yang dinamakan adagium petahana adalah segalanya tanpa ada lawan sang penantang inilah pembuktian kedua kalinya walau berat adanya karena melawan dirinya sendiri faktor internal dan eksternal, serta keperbihakan media massa pada petahana yang menjepit dan menggilasnya dengan mesin "anti hoax" dan di politikisasinya hoax untuk melawan dirinya tetap rakyat banyak yang masih" mempercayai" lidahnya untuk " mengkoreksi" kebijakan petahana adalah nyata juga!

#belajardariprabowo