Mohon tunggu...
Almualif
Almualif Mohon Tunggu... Cerpenis

Tulisanku terkadang kontradiksi dari yang kita imani sebagai norma selama ini tapi sebenarnya itu hanya sebuah paradoks yang merepresentasikan kehidupan dari sudut pandang yang jarang dilirik, memaknai peristiwa bukan sekedar menceritakan kejadian. Almualif

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Berbuka Sebentar

25 Mei 2019   18:42 Diperbarui: 25 Mei 2019   18:44 0 3 1 Mohon Tunggu...

Ndoro be
Ada yang ingin diungkap
Lewat angin berdesir dingin
Diam dia mengirim pesan
Pada daku yang telah terlelap
Jangan tidur terlalu malam
Peristirahatan lelah kata
Pada satu bait larik
Yang setelahnya habis tiada
Biarkan dia tertawan pada tawanya
Menghibur hati cara  menangis
Lalu kuseka air hujan
Dengan  jari yang kaku
aku mau juga meneduh
Terpenting tidak bersama batu