Mohon tunggu...
Kang Mizan
Kang Mizan Mohon Tunggu... Pensiunan Peneliti Utama Kementerian Keuangan R.I

Pensiunan Peneliti Utama Kementerian Keuangan R.I.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Terenyuh Melihat Tangisan Donny Gahral Adian, KSP Jokowi

18 April 2020   13:14 Diperbarui: 19 April 2020   10:06 194 22 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Terenyuh Melihat Tangisan Donny Gahral Adian, KSP Jokowi
sumber: Aktualitas.id | Dr. Donny Gahral Adian, KSP Jokowi

Seperti kita ketahui bahwa pemerintah secara resmi sudah meluncurkan program bantuan sosial Kartu Prakerja pada tanggal 10 April 2020. Kartu ini sangat diminati masyarakat yang hingga 16 April sudah terdapat 5,96 juta pemohon dari kuota 5 juta kartu dalam tahun 2020 ini. 

Di sisi lain, program dengan dana Rp20 triliun ini banyak menuai kritik. Ini mulai dari dugaan benturan kepentingan Stafsus Presedien Jokowi, Adamas Belva Devara hingga kritikan tajam Peneliti Indef, Tauhid Ahmad, terkait kualitas dan ketepatan kebutuhan pelatihan. Kritikan yang serupa juga dilontarkan oleh Kompasianer, misalnya, Himam Miladi. Walaupun nuansa kritik yang sama, Mas Himam lebih menyoroti menu pelatihan yang tersedia pada LPK RuangGuru.com, yang dimiliki oleh Adamas yang juga Stafsus Presiden Jokowi. 

Kompasianer yang lain, misal, Almizan53, penulis sendiri, selain mendeteksi menyengatnya aroma KKN dari program Kartu Prakerja ini, juga mendeteksi sinyal terjadinya agency problems. Maksudnya peserta pelatihan pura-pura ingin meningkatkan ketrampilan agar dapat lolos dalam seleksi. 

Namun, sebetulnya yang diingini hanyalah uang penyambung hidup dalam waktu beberapa bulan ke depan. Kursus online atau pelatihan online yang dipilih asal-asalan dan yang gampang-gampang saja dan yang penting lulus seleksi. Implikasinya, tujuan utama peningkatan ketrampilan para pekerja yang diingini pemerintah tidak mungkin tercapai.

Kebetulan semalam saya menyaksikan diskusi Kartu Prakerja ini di Kompas Tv dengan pembicara Dr. Donny Gahral Adian sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Jokowi dan Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif yang juga Peneliti dari Indef. Di acara diskusi yang sangat menarik ini, penulis sempat terenyuh melihat Mas Donny menangis segugukan. 

Dalam isak tangisnya tersebut anggota KSP Presiden Jokowi ini mengatakan bahwa tujuan dari Kartu Prakerja adalah untuk membantu para pekerja yang kena PHK dan/atau kehilangan penghasilan dalam badai Covid-19 ini sehingga mereka tetap dapat makan dalam beberapa bulan ke depan. Mereka itu termasuk driver daring, imbuh Dr. Donny G. Adian sambil menyeka air mata nya. 

Apresiasi penulis yang sangat dalam atas niat mulia Mas Donny ini yang juga adalah filsuf kondang Universitas Indonesia untuk membantu para pekerja dari ancaman bahaya kelaparan. Namun, sangat sayang sekali, rambu-rambu pendaftaran dan proses seleksi Kartu Prakerja bukan diarahkan agar mereka itu besok tetap dapat makan. Rambu-rambu dan pendaftaran serta proses seleksi lebih diarahkan pada tujuan untuk meningkatkan ketrampilan para pekerja.

Misal, ada test semacam kemampuan dasar matematika mulai dari penjumlahan dan perkalian sederhana hingga penjumlahan dan perkalian majemuk (x:+- dalam format kurung kecil, kurung besar, kurung kurawal, dan kurung kotak).  Ada juga pertanyaan sikap dan kepribadian dalam format multiple choice seperti SAYA SERING MENUNDA PEKERJAAN YANG SAYA TIDAK SUKAI. 

Jelas sekali pertanyaan-pertanyaan tersebut mengarah pada kemampuan dan minat akademis/ketrampilan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut sama sekali tidak terkait dengan kondisi apakah besok peserta ada uang untuk makan atau tidak. 

Memang ada sedikit pertanyaan yang terkait dengan kondisi pekerjaan dan/atau keuangan pelamar. Misal, apakah Anda masih bekerja dalam tiga bulan terakhir? Apakah Anda saat ini bekerja? Pertanyaan lain yang serupa seperti apakah pekerjaan Anda terdampak dengan wabah virus Corona saat ini?

Sekali lagi, apa pun yang dijawab jelas tidak akan terkait dengan besok apa ada uang untuk makan atau tidak!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x