Allan Maullana
Allan Maullana Teknisi

Terbangun pada pukul 04.12 pagi. www.blokam.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Mengecek Kondisi Aki, "Do It Yourself"

2 Maret 2018   05:00 Diperbarui: 2 Maret 2018   07:57 2456 0 0
Mengecek Kondisi Aki, "Do It Yourself"
(Ilustrasi: otomotifnet.gridoto.com)

Pada sebuah kendaraan tentu ada komponen-komponen yang mendukung agar kendaraan dapat bekerja dengan baik. Misalkan dinamo starter yang befungsi untuk memutar poros engkol pertama kali sehingga mesin dapat dihidupkan, kemudian terjadi sebuah siklus pembakaran yang menghasilkan tenaga. Bekerjanya sebuah starter tak luput dari peran accu.

Seperti yang sudah kita ketahui accu atau sering kita sebut aki mempunyai peranan yang juga penting pada sistem kelistrikan kendaraan kita. Secara prinsip fungsi aki semua sama, baik pada kendaraan roda dua, roda tiga, roda empat bahkan kendaraan besar. Fungsinya yaitu untuk menyimpan arus listrik yang dihasilkan dari kumparan sepul (alteranator/stator comp).

Aki terbagi dua jenis, yaitu aki basah dan aki kering (MF : Maintenance Free). Aki basah yaitu aki yang masih menggunakan sel-sel yang terendam larutan kimia asam sulfat (H2SO4) yang dapat menyimpan arus listrik. Sementara aki kering merupakan pengembangan dari aki basah. Pada aki kering tetap ada air akinya, hanya saja diisi langsung oleh pabrik.

Dewasa ini di pasaran sudah banyak beredar aki kering. Aki kering memang diciptakan bebas perawatan akan tetapi tetap membutuhkan pengecekan. Terkadang dibeberapa kasus aki kering juga memerlukan pengisian ulang (recharge).

Kondisi ini umumnya ketika sepul (alternator/stator comp) tidak bekerja dengan baik sehingga suplai arus listrik yang diberikan ke aki pun berkurang. Tapi ada beberapa kasus yang berbeda, bisa juga ada salah satu part pada sistem kelistrikan mengalami kerusakan.

Mengingat pentingnya fungsi dari aki, tentu kita selalu ingin mempunyai aki dengan kondisi yang prima. Maka dari itu ada baiknya selalu lakukan pengecekan aki. Nah, berikut adalah beberapa cara mengecek aki. Baik aki basah atau aki kering. Yang pastinya kita bisa mengerjakannya sendiri di rumah.

Pertama, dengan melihat panel spidometer. Putar kunci kontak ke posisi ON, kemudian coba hidupkan lampu sign kanan atau kiri. Perhatikan juga cahaya dari lampu sign tersebut. Apabila cahaya lampu terlihat redup, ini menandakan kondisi aki mulai tidak stabil. Selain menghidupkan lampu sign, bisa juga dengan menghidupkan starter atau klakson.

Kedua, kita bisa mengecek aki dengan melihat fisik aki tersebut. Kita coba raba dengan menggunakan tangan, apabila saat diraba aki terasa mengembung seperti baterai ponsel, sudah dipastikan aki tidak dalam kondisi yang baik meskipun masih ada arus listrik didalamnya. Jika kondisi sudah mengembung, kerja aki pun akan menurun. Arus listrik yang tersimpan tidak akan maksimal.

Untuk aki basah perhatikan level air aki, apabila sudah berada di lower level segera tambahkan air aki hingga upper level. Biasanya jika kita menjaga kondisi air aki agar selalu dalam indikator yang pas, aki jenis ini bisa awet sampai hitungan tahun.

Ketiga, cara yang satu ini kita perlu menggunakan alat. Multitester atau voltmeter nama alatnya, dengan menggunakan alat ini kita akan mendapatkan hasil yang lebih akurat sehingga kita dapat lebih mudah menyimpulkan apakah kondisi aki baik atau buruk. Caranya mudah, kita cukup menempelkan kedua kabel yang terdapat pada voltmeter ke terminal aki min (-) dan plus (+).

Kemudian kita bisa melihat berapa volt arus listrik yang ditampilkan pada layar. Voltase standar aki motor biasanya kisaran 12,4 volt. Apabila arus listrik di bawah angka tersebut segera lakukan pengisian ulang (carge) di bengkel aki. Seandainya aki tidak bisa di carge itu artinya kita harus segera menggantinya dengan aki baru.

Nah, bagaimana teman-teman? Cukup mudah kan, untuk kita lakukan sendiri di rumah tanpa harus ke bengkel kalau cuma mengecek aki saja. Semoga tulisan ini bermanfaat, selamat mencoba.