Mohon tunggu...
Al-Kalam
Al-Kalam Mohon Tunggu...

Seperti Bintang, Menawan dari genangan air, atau Layaknya Asap, semakin tinggi semakin tiada keberadaannya.

Selanjutnya

Tutup

Media

Bedah Buku "Jangan Sampai Ada dan Tiadamu di Dunia Ini Tak Ada Bedanya" oleh LDK IMMPB

9 April 2016   20:45 Diperbarui: 9 April 2016   20:51 0 0 0 Mohon Tunggu...

[caption caption="Bedah Buku bersama Ahmad Rifa'i Rif'an "][/caption]

Sabtu (9/4/16) – Lembaga Dakwah Kampus Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Negeri Batam (IMMPB) untuk yang pertama kalinya sukses membawa Mas Ahmad Rifa’i Rif’an dan kawan-kawan (Penulis Best Seller “Tuhan, Maaf Kami sedang Sibuk”) ke Kota Batam, Bandar Madani. Kehadiran beliau di Kota Batam ditajuk pengurus LDK IMMPB dalam agenda bedah buku “Jangan Sampai Ada dan Tiadamu di Dunia Ini Tak Ada Bedanya” yang bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena (FLP), Friends Club, Fish Talk, DSNI Amanah, PT. Epson Batam, dan Sanford. Acara ini turut dihadiri oleh Bapak Budi Sugandi (Pembina LDK IMMPB), Ibu Choiriyyah (Ketua FLP Batam), dan 174 orang peserta dari berbagai instansi dan lembaga pendidikan di Kota Batam.

“Sering kali kita tidak sadar bahwa Allah selalu berusaha memberi kita kesempatan untuk memuliakan diri dengan meningkatkan derajat kita dimata-NYA. Allah menjanjikan untuk kita bisa bersinar terang di dunia layaknya bintang yg didambakan.” Tegas Mas Rifa’i, “Siapakah kita? Kita adalah sebaik-baiknya makhluk ciptaan Allah yg paling sempurna.” Mengingatkan kita kembali akan sebuah momentum yang Allah beri, bahwa kita sebagai manusia sejatinya adalah fii ahsani taqwiim. Dalam sebaik-baiknya penciptaan.

[caption caption="Peserta Bedah Buku"]

[/caption]

“Sering kali saat kesempatan datang, kita baru bergegas bangkit. Itu salah paham, karena kesempatan selalu datang di saat yg tidak terduga, maka siapkanlah mimpi sebelum kesempatan itu datang.” Terangnya, mengingatkan kita akan sabda Rasululloh SAW, “Orang yang beruntung adalah orang hari esok lebih baik dari hari ini.”

“Carilah pemicu untuk terus terpaksa melakukan potensi kita.  Agar kita tak seperti kapal berlayar berlalu urung sampai.Berkaryalah jangan hanya dari satu titik, Allah memberikan alam yang luas untuk terus menginspirasi kita. Tiga hal yg menjadi kunci untuk menjadi orang yg berada di atas rata-rata; ‌kemauan harus kuat, pantang mundur dan ‌harus terus dalam konteks berprestasi, dan aplikatif dalam menulis mimpi atau angan cita2 yg diniatkan untuk digapai.” Pesan beliau di salah satu penjelasannya.

[caption caption="Ahmad Rifa'i Rif'an bersama pengurus LDK IMMPB"]

[/caption]

[caption caption="Ahmad Rifa'i Rif'an bersama Furqon Al-Kalam, salah satu peserta bedah buku"]

[/caption]

Singkatnya,  saya meringkas penjelasan beliau dengan dua kata besar; Niat dan Ikhtiar. Niat merupakan awal dari sebuah keinginan yang aplikasinya berupa penulisan mimpi-mimpi besar serta harapan-harapan baik, sedangkan Ikhtiar dibingkai dengan perpaduan Usaha serta Doa, berusaha tanpa doa adalah sombong, adapun doa tanpa usaha seakan-akan engkau berharap terbang dengan mengepakkan jari-jarimu, bisa! namun mungkin itu terserah Allah saja mau atau tidak membuatmu terbang. Kalau engkau memaksimalkan usaha, itu sama saja memancing Allah untuk membuat mimpi-mimpimu menjadi kenyataan. Niat dan Ikhtiar kemudian engkau tutup dengan Tawakkal, agar sepenuhnya engkau yakin bahwa Allah-lah yang memberi, bukan yang lain.

“Ketika mengikuti acara bedah buku ‘Jangan Sampai Ada dan Tiadamu di Dunia Ini Tak Ada Bedanya, saya merasa nyaman dengan gaya penyampaian pematerinya, yaitu Mas Ahmad Rifa'i Rif'an, gaya bicara yang tenang dan jelas, mudah untuk dimengerti, dan Insya Allah kedepan saya lebih bersemangat untuk menjadi manusia yang minoritas (berkarya, berprestasi dan bermanfaat)” Joko Santosa, salah seorang peserta. (IH)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x