Olahraga

Menyongsong Asian Games 2018

7 September 2017   15:20 Diperbarui: 7 September 2017   15:29 1003 1 0

Usai sudah pesta olahraga SEA GAMES 2017 di Kuala Lumpur. Dimana Indonesia ikut bertarung dan hasilnya mendapat peringkat 5 dengan perolehan medali emas sebanyak 38 medalidibawah dari peserta Malaysia, thaoland, Singapura dan Vietnam.

Dengan peringkat nomor 5, kita tentu kurang puas dengan hasil yang dicapai karena rasa-rasanya kita selalu dipercundang oleh keemapt negara tersebut. Kasihan kepada para atlet yang telah mewakafkan dirinya dirinya untuk mengabdi dan berjuang demi bangsa dan negara yang berbendera merah putih.

Firasat akan terpuruknya nasib olahraga kita tersirat dalam penampilan Indonesia dengan terbaliknya warna merah putih dari bendera kita. Nasi sudah menjadi bubur, tak pelak lagi kita harus kita harus ingat alam negeri kita sungguh luas, indah dan lengkap segala keunikannya. Ada lautan, ada gunung yang dapat dijadikan sarana olahraga. Mau latihan apa saja cukup tersedia berkat anugrah dari Tuhan dimana tempat lain belum tentu selengkap kita. 

Tapi kita jangan terlalu pesimis, hari depan masih cukup panjang, generasi muda kita pasti dan harus akan melanjutkan perjuangan dibidang olahraga sampai menjadi atlet kaliber dunia. PSSI suatu saat akan menjemput di PIALA DUNIA, OLYMPIC, Tennis jadi lawan tangguh dunia. Walaupun sekarang sama sekali belum pernah ikut penyisihan. Mudah - mudahan pejabat KONI - KOI mondar - mandir ke Eropa. Itulah baru tahap sangat mendesak yang harus dikerjakan adalah perhelatan besar, kebetulan Indonesia jadi tuan rumah dalam tahun 2018 ASIAN GAMES 2018.

Selaku tuan rumah Indonesia ingin mendulang medali sebanyak - banyaknya dan tentu harus menjamu, melayani para peserta olahraga dengan sebaik-baiknya, agar tetap puas dan berkesan atas ramah tamahnya rakyat Indonesia.

Evaluasi dari kegiatan SEA GAMES 2017, kabarnya akan dibahas oleh Bapak Presiden dalam waktu dekat. Tentunya shohib kita Menteri Pemuda olahraga dan ikut membahas evaluasi tersebut teruatama tentang kegagalan dan kegiatan kedepan. Seandainya shohib diajak olahraga bersepeda tolong titip kepada Bapak Presiden, dalam rangka ASIAN GAMES 2018 Bapak Presiden membonceng seseorang yang kelihatannya dapat merapkan, membenahi segala aspek olahraga untuk rakyat Indonesia.

Beban resiko cukup besar bagi kita karena kita jadi tuan rumah sangat membutuhkan pekerja yang andal dan rapi. tokoh tersebut tak lain adalah tokoh yang sebentar lagi akan mengakhiri masa baktinya di Ibukota, yakni DJAROT SAIFUL HIDAYAT.

Tenaga dan pikirannya masih cocok untuk menghadapi perhelatan se-Asia dalam kancah olahraga ASIAN GAMES. Beliau hampir tiap hari jadi pelayan warga ibukota, sehingga kegiatan seperti ASIAN GAMES hanya bagian dari tugasnya sehari-hari. Kedepan kita berharap Bapak DJAROT SAIFUL HIDAYAT melayani para olahragawan dengan sentuhan - sentuhan mengayomi dan masyarakat dapat merasakan slogan: mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan oalhraga.

Kita berharap pangganti Menpora yang baru selalu mencari gudang atlet berbakat dan gudang medali bermartabat.