Mohon tunggu...
Ali Romdhoni
Ali Romdhoni Mohon Tunggu... -

Peneliti. Penyair. Budayawan.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Masa Depan Kajian Quran di Indonesia

17 Februari 2014   18:34 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:45 53
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Masa Depan KajianQuran di Indonesia[1]

Oleh Ali Romdhoni, MA.[2]

ABSTRAK

Umat Islam di Indonesia memiliki cara yang khas dalam mengkaji kitab sucinya, Al-Qur’an Karim. Keunikan kajian terhadap Quran di Indonesia ini bahkan sudah didengar para peneliti dan intelektual dunia. Di antara ilmuwan yang mengkaji fenomena kajian kequr’anan di Indonesia adalah Howard M. Federspiel. Dalam bukunya, Popular IndonesianLiteratur ofTheQur’an, misalnya, Federspiel berhasil merekonstruksi sejarah kajianQur’an di Indonesia sejak masa Mahmud Yunus (1967) hingga masa mufasir kontemporer Profesor M. Quraish Shihab (2000-an).

Tulisan ini ingin membaca peta keragaman tema kajian terhadap Quran di Indonesia serta minat pengkaji Quran, terutama pada masa-masa setelah terjadi proses perubahan orientasi pembelajaran dan paradigma keilmuan di PTAIN: dari STAIN dan IAIN menjadi UIN.Dengan asumsi, kajian akademik terhadap Quran di Indonesia selama ini dimotori oleh pemikir (dosen) dan mahasiswa di lingkungan PTAIN. Penulis tidak bermaksud menafikan komunitas lain, misalnya dunia pesantren, meskipun di sana juga ada tradisi kajian tafsir dan Qur’an.

Kata kunci: Qur’an, PTAIN, Indonesia.

[1]Abstrak makalah yang sudah saya dipresentasikan pada International Conference on Qur’anic Studies, 15-16 Februari 2014, yang diselenggarakan Pusat Studi Al-Quran(PSQ) Jakarta.

[2] Ali Romdhoni MA (ali_romdhoni@yahoo.com)-Pemakalah di forum-forum akademik, baik nasional maupun internasional. Peneliti dan dosen STAI Mathali’ul Falah Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Peserta Pendidikan Kader Mufassir atau PKM di PSQ tahun 2009.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun