Mohon tunggu...
Alip Yog Kunandar
Alip Yog Kunandar Mohon Tunggu... Penulis - Bukan Pemikir, Meski Banyak yang Dipikirin

Dosen Ilmu Komunikasi UIN Jogja, yang lebih senang diskusi di warung kopi. Menulis karena hobi, syukur-syukur jadi profesi buat nambah-nambah gizi. Buku: Memahami Propaganda; Metode, Praktik, dan Analisis (Kanisius, 2017) Soon: Hoax dan Dimensi-Dimensi Kebohongan dalam Komunikasi.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Stalin: (100) Kembali ke Sekolah, Kembali ke Masalah

9 Maret 2021   22:07 Diperbarui: 11 Maret 2021   12:00 337
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi: Alip Yog Kunandar

Mak Meme mulanya menolak, tapi Soso memaksa. "Ini bukan pengganti makanan Mak, ini karena saya punya rezeki, itu saja. Jadi diterima saja. Belum tentu saja nanti punya rezeki lagi kayak gini!" kata Soso. Ia tahu, jumlah itu cukup besar bagi orang di kampungnya, makanya mungkin Mak Meme ragu.

"Ya sudah kalau memang kamu lagi punya rezeki," kata Mak Meme. "Kudoakan kau punya rezeki terus, lebih besar dari yang kau dapat sekarang!"

"Nggak usah ngomong sama Pak Koba atau anak-anaknya kalau saya ke sini ya Mak, cukup kabari ibu saya saja!"

Mak Meme megangguk, "Iya, aku paham!"

*****

Setibanya di Tiflis, mau tak mau Soso harus kembali ke rumahnya Pak Sese dan Mak Imel sebelum memutuskan apakah ia akan mencari ibunya atau kembali ke asrama.

Tanpa diduga, Mak Keke ternyata mampir ke rumah Pak Sese saat akan menuju Didi-Lilo beberapa hari yang lalu.

"Ibumu mampir ke sini, katanya mau ke Didi-Lilo bertemu dengan keluarganya, karena pamanmu meninggal..." kata Mak Imel. "Dia menyangka kamu di sini karena tak pulang pas liburan. Kubilang saja kau pergi ke Poti, urusannya apa, ya aku tak bisa jelaskan, karena memang tak tahu!"

"Apa dia berpesan sesuatu, Mak?" tanya Soso.

Mak Imel menggelengkan kepalanya, "Nggak juga. Tapi dia bilang, tadinya kalau kamu ada dan masih libur, mau ngajak kamu ke sana, biar bertemu dengan saudara-saudaramu yang lain dari pihaknya!"

"Dia sudah balik dari sana?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun