Mohon tunggu...
Alip Yog Kunandar
Alip Yog Kunandar Mohon Tunggu... Bukan Pemikir, Meski Banyak yang Dipikirin

Dosen Ilmu Komunikasi UIN Jogja, yang lebih senang diskusi di warung kopi. Menulis karena hobi, syukur-syukur jadi profesi buat nambah-nambah gizi. Buku: Memahami Propaganda; Metode, Praktik, dan Analisis (Kanisius, 2017) Soon: Hoax dan Dimensi-Dimensi Kebohongan dalam Komunikasi.

Selanjutnya

Tutup

Humor

Artis Paling Kontroversial Tahun 2020

29 Desember 2020   01:01 Diperbarui: 29 Desember 2020   01:04 111 24 6 Mohon Tunggu...

Dunia hiburan tanah air memang tiarap karena virus corona yang merebak sejak akhir tahun 2019 lalu. Meski begitu bukan berarti para seniman kita juga tiarap berkarya. Ada satu seniman, artis lah bahasa umumnya, yang tetap berkarya. Selama ini, ia memang dikenal sebagai artis yang nyentrik ketika tampil di panggung. Tapi orang juga mengenalnya karena lagu-lagu yang diciptakannya seringkali menjadi hits di tanah air. Banyak lagu-lagunya yang romantis, apalagi jika ia diminta untuk membuat lagu 'pesanan' untuk soundtrack film. Pasti booming dan banyak yang hafal lagunya. Beberapa lagu yang dinyanyikannya sendiri, biasanya diaransemen oleh suaminya sendiri, juga jadi hits. Lagu-lagunya lugas, kadang juga sedikit nakal. Bahkan ada lagunya yang hanya mengulang-ulang satu kalimat dari awal hingga akhir.

Nah, awal tahun ini, dia bener-bener membuat sensasi. Lagunya belum dirilis, tapi rancangan liriknya sudah menyebar kemana-mana. Kali ini bener-bener kontroversial. Belum dirilis, sudah banyak diprotes. Liriknya dianggap berbahaya, mengancam berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Protes bermunculan di mana-mana. Aksi pertama muncul 13 Januari 2020. Belum besar. Aksi yang lumayan besar terjadi tanggal 12 Februari 2020. Protes terjadi di berbagai kota di Indonesia, baik di pulau Jawa maupun di daerah lain seperti Batam.

Bulan Juli, unjuk rasa makin meluas dan makin panas, padahal lagunya belum dirilis. Ada yang bilang, kalau lagunya belum dirilis, apanya yang harus diprotes? Rilis dulu, dengerin, baru protes. Protes pun tak usah turun ke jalan, cukup lewat jalur hukum. Tapi orang-orang sudah kadung gemes dengan bocoran lirik lagunya. Di Makassar unjuk rasanya berujung rusuh, 37 orang ditangkap polisi, termasuk seorang perempuan.

5 Oktober 2020 lagunya benar-benar dirilis. Orang-orang umumnya belum mencermati liriknya dengan seksama, patokannya masih pada bocoran lirik yang sudah beredar lama. Tak ayal lagi, keesokan harinya dan hari-hari berikutnya, unjuk rasa merebak dimana-mana untuk menentangnya. Tuntutannya sama, lagu itu harus ditarik dari peredaran. Jakarta, yang menjadi tempat dirilisnya lagu ini menjadi tujuan utama unjuk rasa. Polisi berusaha mencegahnya, apalagi masih musim corona. Di banyak kota, unjuk rasa berakhir rusuh, ada korban luka, ada yang ditangkap, dan banyak fasilitas umum yang rusak atau bahkan sengaja dirusak, entah oleh siapa.

Menjelang akhir tahun ini memang sorotannya berkurang karena perhatian publik tersita oleh lagu lama yang di-remix ulang. Ada yang bilang lagu lama ini sengaja di-remix dan dirilis untuk menyaingi popularitas lagu si artis tadi. Entahlah, saya nggak terlalu paham soal strategi marketing perlaguan.

Hanya saja, saya yakin, lagu ini masih akan ngetop lagi tahun depan, dan mungkin tahun-tahun depannya lagi. Setidaknya, tanggal 1 Mei, lagu ini pasti bakal hits lagi, dan penolakannya akan berkumandang lagi di seantero negeri. Maklum, golongan pekerja atau buruh-lah yang paling merasa dirugikan oleh lagu ini sehingga meraka pula lah yang paling getol menolaknya.

Tahu siapa artis kontroversial yang saya maksud? Yup betul, namanya:

MELLYGOES-LAW

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x