Mohon tunggu...
Alin Maghfirotika
Alin Maghfirotika Mohon Tunggu... Lainnya - mahasiswa

menulis

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Apa Itu Teori Asosiasistik?

5 Oktober 2022   18:53 Diperbarui: 5 Oktober 2022   18:59 55 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

TEORI BELAJAR ASOSIASISTIK 

Teori belajar behaviorisme terbagi menjadi dua yaitu teori belajar asosiasistik dan teori belajar fungsionalistik. Teori belajar asosiasistik merupakan teori belajar yang berawal dari pemikiran Pavlov yang kemudian di eksperimenkan dengan seekor anjing, dari teori tersebut di simpulkan jika perilaku manusia itu bisa dibentuk oleh kebiasaan atau conditioning.

Menurut Aristoteles hukum, asosiasi merupakan sebuah ingatan pengalaman akan suatu hal yang cenderung dapat menimbulkan ingatan-ingatan lain yang serupa maupun berlawanan atau juga bisa ingatan yang terjadi secara bersamaan. Asosiasi merupakan hubungan baru yang terbentuk oleh dua peristiwa atau lebih.

TEORI BELAJAR PAVLOV

Dalam eksperimennya untuk membuktikan pemikirannya, Pavlov menggunakan seekor anjing untuk diamati kemunculan sekresi atau kelenjar dalam perut anjing ketika dipancing dengan memperlihatkannya pada makanan, hanya diperlihatkan bukan di berikannya untuk dimakan. Dalam proses tersebut, Pavlov mencatat adanya aspek paling menarik yang ditunjukkan oleh kelenjar antisipatoris. Dari percobaan itu, Pavlov masih belum puas dengan hasilnya, maka Pavlov mencoba mempelajari bagian lain dari pencernaan anjing yang kemudian Pavlov memilih untuk mengamati kelenjar air liur anjing tersebut. 

Di percobaannya yang kedua, Pavlov memasangkan pipa pada kelenjar air liur anjing. Setelah itu Pavlov menyodorkan pada anjing itu makanan, dan air liur menetes. Kemudian dilanjutkan dengan Pavlov menyodorkan pada anjing sebuah bel dan membunyikannya, namun air liur anjing tidak menetes. Kemudian dilanjutkan dengan Pavlov menyodorkan sebuah bel dan membunyikannya juga menyodorkan makanan, di proses ini air liur anjing itu menetes. Kemudian Pavlov mencoba untuk hanya menyodorkan sebual bel dan dibunyikan, ternyata air liur juga menetes. 

Dari percobaan yang kedua, Pavlov merumuskan unsur apa saja yang dibutuhkan dalam pengondisian pavlovian, yakni (1) unconditioned stimulus [US], (2) unconditioned response [UR], (3) conditioned stimulus [CS], (4) conditioned response [CR]. US merupakan sesuatu yang dapat mendatangkan respon yang alamiah dan secara otomatis dari organisme. UR merupakan respon yang alamiah dan secara otomatis yang di sebabkan oleh US. CS merupakan stimulus netral yang tidak dapat menimbulkan respon yang alamiah dan secara otomatis pada organisme. Ketika unsur-unsur tersebut bercampur dengan cara tertentu , maka akan membentuk CR. 

Di teori belajar menurut Pavlov ada tiga, yang pertama excitation and inhibition yang mengatur semua aktivitas system saraf dan sebagai mosaic partikel (momen dalam merespon aktivitas lingkungannya. Yangn kedua, dynamic stereotipe merupakan suatu respon yang akan lebih mungkin terjadi ketika suatu kejadian terjadi secara konsisten dalam suatu lingkungan. Yang ketiga, irradiation dan concentration,iradiasi bisa berarti memiliki respon otak terhadap informasi yang didapat dari fungsi indra, sedangkan konsentrasi merupakan lawan radiasi.

DAFTAR PUTSAKA

Hergenhahn, B. R. dan Olson, Matthew H. 2008. Theories of leraning. Jakarta: Kencana

Hill, winfread F. 2010. Learning; A survey of psychological interpretations, harper collins publishers. Bandung; Nusa Media

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan