Mohon tunggu...
Brilliant Dwi I
Brilliant Dwi I Mohon Tunggu... Memuat Opini yang

Mahasiswa Pendidikan UIN Jakarta | Acap membuat komik di Instagram @sampahmasyarakart | Sedang Belajar Menulis | #SalamAlinea

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Rachel Vennya Bisa Kumpulkan 5 Milyar dalam 3 Hari, Sowbat Misqueen Bisa Apa?

27 Maret 2020   00:33 Diperbarui: 27 Maret 2020   00:32 20 1 0 Mohon Tunggu...

Sampai tulisan ini dibuat, Rachel Vennya masih membuka ruang kepada kita untuk bisa berdonasi supaya kemudian dalam mengahadapi virus Covid-19, masyarakat gak perlu repot-repot membeli test kit yang harganya pasti lebih mahal dari uang saku mahasiswa akhir bulan. 

Per tanggal 21 Maret 2020, jumlah uang donasi yang ia kumpulkan melalui kitabisa.com sudah menyentuh angka 5, 5 Milyar. Angka yang sangat banyak. Just in case anda gak tau sebanyak apa uang 5 Milyar itu, uang 5 Milyar itu kalau dipakek buat beli micin, yang bloon se-Indonesia. 

Untung saja Rachel Vennya tak berencana beli micin, tapi beli test kit. Sungguh mulia. Semoga lain waktu saya bisa dikirimi produk makanan ikan sama kuenya Kak Rachel yang viral itu. Hehehe.

Tapi lepas daripada usaha maksimal dan mulia Kak Rachel Vennya, yang bikin ini jadi menarik adalah kita tau bahwa di Indonesia, jumlah orang yang luar biasa tajir itu ada banyak. 

Pemilik-pemilik hutan sawit dan tambang batu bara saya yakin gak akan rugi kalau hanya sekadar merogoh kocek 100-200 juta untuk membantu masyarakat melawan virus Covid-19 ini.

Hari ini, kita dihadapkan pada situasi yang lebih serius. Per tanggal 22 Maret 2020 saja, jumlah pasien positifnya bertambah menjadi total 514 orang. Itu baru yang terdeteksi. Yang tidak terdeteksi, bisa jadi lebih bikin kita was-was. 

Udah begitu, masih aja ada yang bandel. Mereka tetap menganggap virus ini enteng dengan keluar masuk keramaian seenaknya. Ini kan sama saja menambah potensi pasien positif untuk terus bertambah. Amit-amit. Semoga kita semua selalu sehat.

Sangat bikin jengkel. Korban dan pasien yang terus bertambah ini yang kemudian tentu menggugah beberapa influencer dan tokoh publik untuk melakukan penggalangan dana, termasuk Kak Rachel Vennya. 

Ini jadi penting karena bicara soal power, masyarakat biasa, bisa apa? Mengandalkan pemerintah akan sangat memakan waktu. Terlalu bertele-tele. Kelamaan, kebanyakan bikin statement-statement normatif yang dari dulu kalo setiap ada masalah pasti selalu dijadikan jawaban.

Bapak dan Ibu yang punya-punya, kakak-kakak yang followers instagramnya membludak bak bubaran pabrik, kita harus sadar bahwa melalui media sosial, secara psikologis kita akan cenderung membagikan dan memperhatikan sesuatu yang relate dengan kehidupan kita. 

Ini artinya di media sosial, siapa yang melakukan movement dan cerita dibalik movement itu akan menggerakkan banyak orang. Itulah mengapa, di media sosial, influencer dan tokoh publik tidak hanya melakukan sharing, tapi juga shaping.

Orang banyak dan netizen-netizen tentu akan tergerak begitu tau bahwa donasi yang dilakukan, adalah upaya kita untuk membantu masyarakat melawan Corona. 

Mereka akan tergerak begitu tau bahwa movement yang dilakukan, punya latar belakang yang sangat manusiawi nan humanis. Keliatannya sangat mudah dilakukan.

"kalau gitu mah kita aja yang bikin movement, ya! Cuman gitu doang!"

Eits, gak semudah itu juga, Ferguso! Membuat movement atau melakukan pergerakan itu akan sangat sulit bila tidak dilakukan oleh orang yang secara personal tidak mempunyai sosok yang cukup baik dan well known. 

Akan beda hasilnya, ketika saya yang notabene bukan siapa-siapa yang melakukan movement dibandingkan Young Lex yang tatonya sampe punggung-punggung itu.

Masyarakat biasa, terutama sobat misqueen kita yang hari ini sedang di karantina tak bisa berbuat banyak ketika bicara soal pelayanan dan fasilitas kesehatan dalam rangka pencegahan virus Covid-19 ini. Berada dalam situasi yang tidak tau menau sangatlah menyebalkan. 

Beruntunglah bapak atau ibu pejabat yang mampu untuk melakukan Covid-19 Positivity Test itu. Karena dengan test itu, sekalipun hasilnya positif, bisa segera diobati. Lain hal dengan masyarakat biasa dan sobat misqueen yang harus dikejar oleh rasa penasaran dan ketakutannya sendiri. Lagi-lagi, kalau sudah bicara soal duit, kita Cuma bisa pasrah.

Balik lagi soal donasi, itulah mengapa, dear Kak Rachel Vennya dan bapak, ibu tokoh publik, terima kasih sudah menginisiasi donasi itu. Karena kalau gak begitu, masyarakat biasa, bisa apa? 

Bapak dan Ibu yang hari ini memegang posisi strategis kebijakan mengenai Corona, mohon supaya bisa turut membantu. Kalau gak mau turun gunung, pastikan di langit kita semua selamat, ya pak, bu. Saya rasa kita cukupkan persoalan kementerian nyeleneh macam Menkominfo yang menegur Tara Basro. Sudah wayahnya kita bergerak bersama supaya masyarakat kita sehat dan sejahtera.

Semoga semua lekas pulih. Semua lekas sadar untuk saling membantu. Minimal membantu diri sendiri. Syukur-syukur bisa bantu orang banyak. Wong Mbok masa iya sudah begini, kita yang bisa jadi lebih beruntung dan punya rezeki lebih, gak tergerak untuk membantu? Masa iya harus nunggu ada korban lagi baru sadar? Masa iya harus nunggu Kak Rachel Vennya atau influencer lain bikin donasi, baru tergerak? Hadeuh.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x