Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Sekretaris - Belajar Menulis

Pekerja, menyukai sastra khususnya puisi, olahraga khususnya sepakbola, sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Isyarat Cinta

3 Juli 2021   13:00 Diperbarui: 3 Juli 2021   13:02 509
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi Isyarat Cinta (Dokpri @ams99_By. Text On Photo)

Isyarat Cinta

Di rumah negara kami berpapasan
Hanya saling pandang, tak ada sanggahan

Keesokan harinya, masih ditempat sama; tak ada singgung
Kulihat dari kejauhan, senyumannya tersungging

Seminggu kemudian; baru berkenalan
Hanya berpandangan

Sebulan kemudian; lebih dalam perkenalan
Meski lautan pikir sudah berkelindan

Setahun kemudian; Sungguh hati di penuhi pertanyaan
Meski kah membuat pernyataan

Masih saja saling pandang
Entah ini kesekian lakon

Hingga masa dalam ketepatan
Bergulir ke waktu kelahiran

Kudaratkan sebuah ciuman
Di punggung jemari tangan kanan

Senyumannya tersungging
Seraut wajah cantik Khumairah; kemerah-merahan

Tak ada kata untuk kuikrarkan
Hanya kulukiskan pada isyarat selanjutnya; lakon demi lakon

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun