Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Belajar Menulis

Pekerja, peduli dan tertarik dunia olahraga khususnya sepakbola, dunia satra, dan sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Hujan di Matamu

25 Juni 2021   21:31 Diperbarui: 25 Juni 2021   21:55 243 61 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Hujan di Matamu
Puisi Hujan di Matamu (Dokpri @ams99_By. Text On Photo)

Hujan di Matamu

Kulihat sembab kedua kelopaknya
Seperti awan hitam tak mampu menampung udara

Kupandangi berulang-ulang
Hingga tak mampu lagi kubendung

Betapa berat bulir air itu
Tak tertahankan hingga meleleh dipipimu

Matamu kini menjelma hujan
Di pelupuknya tercipta genangan

Berat beban menumpuk di kepalamu
Berat bebanmu mampu kutampung di pundakku

Di luar juga sedang hujan
Kita masih menakar dugaan-dugaan

Di matamu belum juga berhenti menetes
Hingga makin menjadi-jadi isak tangis

Atap beranda ini cukup kuat menadah hujan
Dada ini masih sanggup menahan kesedihan

Disini saja hingga waktunya tiba
Aku ada bersama segala hal yang kau rasa

Jangan pernah menghawatirkan reda
Hujan di matamu dan hujan alam akan rampung bersama-sama

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x