Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Belajar Menulis

Pekerja, peduli dan tertarik dunia olahraga khususnya sepakbola, dunia satra, dan sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Untuk Kita Renungkan

6 April 2021   09:09 Diperbarui: 6 April 2021   09:14 295 83 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Untuk Kita Renungkan
Kompasiana.com

Untuk Kita Renungkan

Kembali Kita terhenyak oleh murka alam
Ketika tiba-tiba bencana itu datang
Menerjang, menghujam tak memberi isyarat
Tak kenal ampun, tak ada gelagat, semua terlewat

Keindahan alam mu kini sedang diuji
Pun penghuninya gemah ripah loh jinawi
Musibah banjir bandang, pohon tumbang, tanah longsor, lahar dingin
telah meluluh lantakkan seantero negeri seribu bukit

Alam tak lagi ramah
Sekian lama terlelap dalam diam; terbaring pasrah
Kini ia membangunkan dengan amarah
Sedang kita sedang terlena dalam tidur; terlelap

Duka kini menyelimuti mereka
Berpegangan tangan ringankan derita saudara kita
Mereka membutuhkan uluran tangan dan doa-doa
Jangan biarkan mereka sendirian merana

Semoga ini hanya pertanda
Agar Kita mulai berbenah
Alam adalah anugerah terindah
Patut di jaga, di lestarikan, di manfaatkan secara bijak

Balikpapan, 6 April 2021
Ali Musri Syam Puang Antong

*Baca Juga Puisi Lainnya: 

Puisi Sebelumnya: Penghayat Alam

Penghayat Alam

Puisi Pilihan Lainnya: Pertanyaan Musim

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x