Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Belajar Menulis

Pekerja, peduli dan tertarik dunia olahraga khususnya sepakbola, dunia satra, dan sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi : Inspirasi Pagi di Pelabuhan Kecil

22 Februari 2021   12:12 Diperbarui: 22 Februari 2021   12:26 213 72 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi : Inspirasi Pagi di Pelabuhan Kecil
Dokumentasi Pribadi Ali Musri Syam @AMS99_Pelabuhan Speed-Kelotok Kampung Baru, Balikpapan

Inspirasi Pagi di Pelabuhan Kecil

*Puisi Sebelumnya: Tertambat.

Redup cahaya melambankan hari
Cukup tenang air di teluk; juga hati
Agak terlambat kedatangan kali ini
Perahu-perahu telah banyak bertolak pergi

Permulaan kali ini membawa remah-remah
Hendak pergi menerjemahkan kerja
Tidak memanfaatkan keteledoran raja
Mati adalah tidur malam yang sengaja

Kali ini penghabisan jatah Kita datang
Kelaziman jadwal telah meninggalkan
Berjajar menunang pemberangkatan
Waktu makin menanjak siang

Berdosalah kita telah mencampakkan waktu percuma
Menikmati puncak rasa tanpa ragu
Sebagian masa telah gugur
Kita menganggar jatah secara penuh; tanpa denda

Didunia selain Kita
Beragam dera, bermukim derita
Orang-orang tak seberuntung prasangka
; Kecukupan Kita, Kenihilan Mereka

Balikpapan, 22 Februari 2021
Ali Musri Syam Puang Antong

Puisi Pilihan: Perahuku Tak Sampai ke Samudera. https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/600509e48ede48417b4b1792/perahuku-tak-sampai-ke-samudera

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
22 Februari 2021