Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Belajar Menulis

Pekerja, peduli dan tertarik dunia olahraga khususnya sepakbola, dunia satra, dan sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Sesaat Sebelum Berpisah

16 Februari 2021   23:00 Diperbarui: 16 Februari 2021   23:12 218 73 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Sesaat Sebelum Berpisah
Dokumentasi Pribadi Ali Musri Syam @AMS99_Pelabuhan Speed Kampung Baru Balikpapan

Sesaat Sebelum Berpisah

Melangkah kaki menuruni bahtera kecil
Sempadan jalan adalah air
Sepanjang jalan adalah kayu
Dihiasi warna-warni cat yang mulai sabur

Senja Belum juga beranjak
Dari beranda sore yang lembut
Kaki melangkah diatas anyaman kayu berantai
Dibawahnya air hempasan teluk menyeringai

Hujan tiba-tiba menyapa
Jaket dan topi basah Seketika
Tatkala seseorang datang menyapa
Aku membalikkan letih badan

Dari seberang teluk; Kau merengkuh telingaku
Gelembung udara menyengat kaku
Kenapa kita masih bercakap-cakap
Petang makin gelap

Menangkap pandangan mata
Pada barisan perahu-perahu
Diantara jalan dan jembatan
Diantara himpit-menghimpit rumah kayu

Orang-orang berjalan
Pergi dan datang
Bertualang
Kita masih bercengkerama saling mendengarkan

Malam menghampiri kita
Di ruang redup cahaya
Mengapa hujan tiba-tiba reda
Waktu tak menahanku berlama-lama
:Maaf, Aku pergi untuk sementara

Balikpapan, 16 Februari 2021
Ali Musri Syam Puang Antong

Puisi Sebelumnya: Pada Suatu Pagi

Puisi Pilihan: Perahuku Tak Sampai ke Samudera 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x