Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Sekretaris - Belajar Menulis

Pekerja, menyukai sastra khususnya puisi, olahraga khususnya sepakbola, sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Belajar Cinta, Kasih, dan Rindu pada Sebatang Pohon

4 Februari 2021   09:12 Diperbarui: 4 Februari 2021   09:35 343
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Belajar Cinta, Kasih dan Rindu pada Sebatang Pohon

Senja kemarin, secara tak sengaja
Pada sebuah vestibula
Rumah tua yang dikelilingi pohon varia
Aku mendengar percakapan seorang Anak remaja dan Ayahnya

Dengan nada serius
Sang anak bertanya lugas
Ayah! Apakah artinya cinta, kasih dan rindu?
Dan apakah ia bisa menempat dalam satu kesatuan yang utuh?

Sang Ayah, menghela nafas panjang
Lalu berpikir dan memandang sekeliling

Anakku!

Jika Kau ingin melihat cinta
Maka pikirkanlah tentang akar pohon itu
Meski tak terlihat
Ia menyerap air, mineral dari dalam tanah
Untuk keseluruhan bagian-bagiannya

Jika Kau ingin menyaksikan kasih
Lihatlah batang pohon itu
Terlihat paling besar dan kokoh diantara komponen-komponennya
Ia berkenan menjadi wadah bagi tumbuhnya
; dahan, ranting, dan daun

Jika Kau ingin merasakan rindu
Maka saksikanlah daun-daun itu
Bagaimana ia tetap menahan kecamuk rasa
Terik mentari, Guyuran hujan
Demi untuk; pernafasan, pembuatan makanan, tidak hanya untuk dirinya

Satu kesatuan sempurna dan utuh
Tentang cinta, kasih dan rindu
Mengejawantah dalam simfoni pohon
Menjelma; biji, bunga dan buah
Berdaya guna, berhasil guna
Untuk dirinya, manusia dan alam
Dan ia melakukannya sepanjang hayat
Tanpa ria, tak kenal pamrih

Penajam Paser Utara, 4 Februari 2021
Ali Musri Syam Puang Antong

* Puisi Pilihan: Perahuku tak Sampai ke Samudera.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun