Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Belajar Menulis

Pekerja, peduli dan tertarik dunia olahraga khususnya sepakbola, dunia satra, dan sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kekalutan Rasa

20 Oktober 2020   12:01 Diperbarui: 20 Oktober 2020   19:12 163 66 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kekalutan Rasa
Dokumentasi Pribadi Ali Musri Syam @AMS99_Jembatan Mahakam Kembar

Kekalutan Rasa

Diujung jembatan itu
Aku termangu
Menunggu
Membawa pesan-pesan bisu
Serpihan-serpihan pilu
Kau ungkit dahulu

Pada pagi sebelum pukul tujuh
Tetesan embun belum sempurna meluruh
Riwayatmu
Menyatu dalam ingatan-ingatan semu
Dan Aku masih disini menantimu
Tiada jemu

Tak kunjung datang mengadu
Kulihat hanya selubung kabut
Mengelilingi rimbunan pohon-pohon bakau
Semilir angin mengayunkan daun-daun
Hati berbisik syahdu
Adakah sedang baik-baik saja dirimu?

Arus air tenang tiba-tiba beriak
Menggoyangkan kapal-kapal yang tertambat
Burung-burung dara yang hinggap beterbangan
Meninggalkan
Panas mentari pun terasa menyengat
Hati dan pikiran kian kalut

Penajam Paser Utara, 20 Oktober 2020

Ali Musri Syam Puang Antong

*Puisi Sebelumnya : https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/5f8cdd9ad541df19330ca9d3/kidung-belantara-senja

*Puisi Pilihan Lainnya : https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/5f8326a08ede48324c793612/roma

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x