Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Sekretaris - Belajar Menulis

Pekerja, menyukai sastra khususnya puisi, olahraga khususnya sepakbola, sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Gestapu

30 September 2020   13:37 Diperbarui: 30 September 2020   14:08 219
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gestapu

Antara 30 September ke tanggal 1 Oktober
Tahun 1965
Dalam remang malam mencekam

Pasukan itu menyusun strategi
Lalu bergerak rapi
Menyusur ibu kota dengan target para jenderal

Peristiwa terjadi begitu cepat
Sehingga sebelum adzan subuh berkumandang
Semua telah tuntas
Mereka menculik, menyiksa, dan membunuh tujuh jenderal
Korban penculikan dan pembunuhan
Dimasukkan ke dalam sebuah lubang
Lubang buaya

Histori kelam bangsa Indonesia
Sebuah peristiwa pahit dan menodai

Kudeta terhadap negara
Peristiwa pengkhianatan terhadap Bangsa Indonesia terbesar
Yang pernah terjadi dalam sejarah

Gerakan 30 September PKI

Penajam Paser Utara, 30 Sepetember 2020

Ali Musri Syam Puang Antong

*Puisi Sebelumnya : https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/5f7226d8097f367fec010f23/kerinduan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun