Mohon tunggu...
Ali Musri Syam
Ali Musri Syam Mohon Tunggu... Belajar Menulis

Pekerja, peduli dan tertarik dunia olahraga khususnya sepakbola, dunia satra, dan sosial politik. Karena Menulis adalah cara paripurna mengeja zaman, menulis adalah jalan setapak menjejalkan dan menjejakkan kaki dalam rautan sejarah, menulis menisbahkan diri bagi peradaban dan keberadaban. (Bulukumba, Makassar, Balikpapan, Penajam Paser Utara) https://www.facebook.com/alimusrisyam https://www.instagram.com/alimusrisyam/

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Ironi

31 Agustus 2020   22:33 Diperbarui: 31 Agustus 2020   23:18 30 10 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ironi
Tekno Kompas

*Persembahan 75 Puisi Merdeka #55

Ironi 

Masih terasa luka badan
Yang membiru, mengaga
Tusukan, sabetan senjata para penjajah

Masih perih luka batin
Membekas, mendekam
Hinaan, cacian para penjilat-pecundang

Luka badan
Luka batin
Telah tertorehkan
Untukmu para pejuang

Lalu kini
Para generasi
Hanya berilusi
Tak ada karya, tak ada mimpi
Ironi

Balikpapan, 23.08.2020
Ali Musri Syam Puang Antong

*Baca Puisi Lainnya :

https://www.kompasiana.com/alimusrisyam/5f4b5d1fd541df034a518723/pilih-merdeka-atau-dijajah

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x