Mohon tunggu...
Alifathi Rizqillah
Alifathi Rizqillah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Under Construction

Suka - Suka Saya

Selanjutnya

Tutup

Music Pilihan

George Harrison, Personil "Underrated" The Beatles

25 Februari 2021   12:00 Diperbarui: 25 Februari 2021   12:06 2025
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
George Harrison (sumber : cheatsheets.com)

Bagi pecinta musik khususnya para Beatlemania tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama yang satu ini. Ya, dia adalah George Harrison sang gitaris band legendaris asal Liverpool, The Beatles. George Harrison merupakan personil The Beatles paling muda diantara para personil Beatles lainnya. Ia disebut salah satu gitaris yang paling berpengaruh di era 60-an karena memiliki karakteristik dalam permainannya yaitu melalui teknik slide-nya. Tetapi karakteristik dan keterampilannya tersebut selalu ditutupi oleh bayang-bayang dua pentolan the beatles yaitu John Lennon dan Paul Mccartney. Tidak seperti kedua rekannya tersebut yang selalu ingin mendominasi, George sama sekali tidak ada rasa untuk menjadi dominan dengan sikapnya yang kalem, rendah hati, pendiam, dan sederhana.

George Harrison lahir pada 78 tahun yang lalu yaitu pada 25 Februari 1943 di pemukiman Wavetree Area, Liverpool, Inggris.  Ia merupakan putra bungsu dari pasangan Harold Harrison dan Louise French. George Harrison kecil sudah akrab dengan musik dikarenakan kedua orang tuanya sangat gemar mendengarkan radio. Melalui radio tua tersebut juga George mulai mengenal musik milik musisi-musisi pop terkenal seperti Josef Locke, Bing Crosvy, Shenanaggy. 

Kecintaannya terhadap karya-karya musik itu juga sangat didukung oleh kakaknya sendiri yang memberikannya sebuah tape untuk mendengarkan lagu. Alhasil George pun mulai memiliki minat dalam mengulik lagu-lagu mulai dari blues dan country. Beranjak usia remaja George Harrison mulai menyukai musik rock n'roll seperti Carl Perkins dan Elvis Presley, George Harrison tidak sengaja mendengar tetangganya memutar lagu Heartbreak Hotel milik Elvis Presley dan pada saat itulah George Harrison memulai ketertarikannya pada musik Rock and Roll. Kemudian terjadilah peristiwa penting yang terjadi dalam hidupnya sebagai musisi dimana ia melihat dan menonton Slim Whitman di televisi dan majalah yang menjadi awal ketertarikan George untuk mempelajari gitar. dan gitar pertama milik George Harrison adalah Dutch Egmond flat top acoustic dan memulai untuk mengulik lagu-lagu favoritnya.

Akhirnya kemampuan bermusiknya semakin meningkat ketika ia masuk di Liverpool Institute dan bertemu dengan rekan yang ternyata akan menjadi rekan kesuksesannya dalam bermusik yaitu Paul McCartney. Paul McCartney merupakan kakak kelas satu tingkat diatas George Harrison di Liverpool Institute. Tetapi berkat kesamaan dan kecintaannya terhadap musik mereka bisa menjadi teman yang sangat dekat. Pada saat itu sedang marak-maraknya musik skiffle dan Paul McCartney sangat senang untuk menyaksikan penampilan band-band skiffle. Termasuk ketika Paul menyaksikan The Quarrymen yang salah satu personilnya adalah John Lennon dan kemudian Paul bergabung dengan band tersebut tahun 1957. Setahun kemudian The Quarrymen membutuhkan seorang gitaris baru dan Paul lah yang merekomendasikan George Harrison kepada John Lennon untuk merekrutnya. Audisi pertama George Harrison dilakukan di Rory Storm Morgues Skiffle Club dimana George Harrison memainkan beberapa lagu kepada The Quarrymen namun John Lennon ragu karena usia George Harrison pada saat itu 15 tahun, Audisi kedua George Harrsion dilakukan diatas sebuah double-decker bus dan membawakan lagu “Rauncy” yang di populerkan Bill Justis . Sampai akhirnya George benar-benar bergabung dengan The Quarrymen yang menjadi awal mula kesuksesan untuk mereka. The Quarrymen pun melakukan rekaman pertamanya melalui lagu yang diciptakan oleh George Harrison bersama Paul McCartney yaitu "In Spite Of All The Danger".

Pada tahun 1960 mereka pun mengganti nama menjadi Silver Beatles dengan formasi awal yaitu John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, Stuart Sutcliffe, dan Pete Best. Dan tidak lama setelah itu John Lennon mengusulkan mengganti nama kembali menjadi The Beatles. Mereka pun akhirnya dilirik oleh promotor bernama Allan William dan membawanya untuk manggung disebuah club bernama Kaiserkeller di Hamburg, Jerman. George Harrison sempat dideportasi karena umurnya yang masih sangat muda. George Harrison pun akhirnya bertemu dengan Tony Sheridan serta meraih ilmu mengenai tone gitar dari Tony sampai akhirnya Tony Sheridan mengajak The Beatles untuk mengiringinya dalam rekaman lagu yang cukup terkenal yaitu "My Bonnie". Setelah mereka kembali ke Liverpool mereka akhirnya bertemu dengan Brian Epstein dan juga produser George Martin serta masuknya Ringo Starr menggantikan Pete Best yang kemudian nama mereka semakin terkenal dengan meluncurkan album pertama mereka yaitu "Please Please Me" dimana George mengisi vokal pada dua lagu yaitu "“Do You Want to Know a Secret” dan “Chains” .

Dalam perjalanan karirnya, lagu - lagu The Beatles banyak didominasi oleh lagu ciptaan dua pentolan yang paling dominan yaitu John Lennon dan Paul McCartney. Mereka lah yang terlihat sangat ambisius untuk mendominasi dan juga memimpin The Beatles ini. Berbeda dengan George harrison yang pembawaannya sangat kalem dan tenang sehingga mendapatkan julukan "The Quiet Beatles". Jika dilihat dari seluruh album yang dirilis oleh The Beatles, lagu - lagu yang diciptakan oleh George Harrison sangatlah sedikit walaupun terdapat beberapa lagu ciptaan Lennon-McCartney maupun lagu ciptaan musisi lain yang dinyanyikan oleh George dalam album The Beatles seperti  “Do You Want To Know A Secret”,”Chains”,  “Roll Over Beethoven”,”Devil In Her Heart”,”I’m Happy Just To Dance With You” hingga ”Everybody’s Trying To Be My Baby”. Beberapa lagu ciptaan George yang ia sumbangkan dalam perjalanan karir The Beatles diantaranya yaitu  “Here Comes The Sun”, "Something", ”While My Guitar Gently Weeps”, "If I Needed Someone", ”Piggies,”I Me Mine”,”Don’t Bother Me”,”Taxman”,”Love You To”,”I Want To Tell You”,”Within You  Without You”,”Blue Jay Way”,”Long Long”,”Savoy Truffle”,”Only A Northern Song”,”It’s All Too Much”,”For You Blue”,”Old Brown Shoe” dan “The Inner Light”. Semua lagu tersebut belum termasuk lagu-lagu yang ditolak oleh The Beatles seperti "Let it Down", "Not Guilty", hingga "All Things Must Pass" yang akhirnya dijadikan album solo olehnya setelah The Beatles bubar. 

Meskipun lagu ciptaannya dalam The Beatles sedikit tetapi menurut saya sebagai Beatlemania, lagu-lagu yang diciptakan oleh George memiliki makna dan lirik yang sangat dalam dan indah, mungkin karena itu jugalah beberapa lagu dari George harrison tidak diterima oleh Lennon-McCartney karena John Lennon sendiri pernah mengatakan bahwa George Harrison juga merupakan pesaing dirinya selain Paul karena keahlian bermain gitarnya dan juga menciptakan lagu. Lagu seperti "Something" bahkan tidak disangka oleh Frank Sinatra merupakan lagu ciptaan George yang ia sebut sebagai salah satu lagu cinta terbaik sepanjang masa. Kemudian lagu "While My Guitar Gently Weeps" juga merupakan salah satu karya terbaik George. Majalah Rolling Stones menempatkan lagu "While My Guitar Gently Weeps" pada peringkat 136 dalam The Greatest Songs of All Time, Peringkat ke-7 dalam 100 Greatest Guitar Songs of All Time, dan juga peringkat ke-10 dalam The Beatles Greatest Songs. Pada tahun 2012 sebuah polling dilakukan oleh majalah Guitar World yang menobatkan lagu "While My Guitar Gently Weeps" sebagai lagu terbaik George Harrison dalam The Beatles.

Walaupun disebut sebagai anak ke-3 dalam The Beatles, peran George Harrison dalam grup ini sangat penting. Ia merupakan pembawa dan peletak dasar atau blueprint dari musik-musik The Beatles. Dalam album - album awal The Beatles, George banyak memasukan teknik permainan gitar ala Chet Atkins atau Carl Perkins yang bernaunsa country. Dengan itu jugalah musik-musik The Beatles saat awal kemunculannya sangat diterima bahkan hingga ke Amerika Serikat. George Harrison juga disebut sebagai salah satu gitaris berpengaruh di era 60-an karena banyak melakukan teknik bermain gitar yang belum populer pada zaman itu. Ia sering bereksperimen dan mengeksplorasi teknik permainan gitarnya. Mulai dari pemaksimalan gitar 12 dawai,sitar dan slide guitar. Karakteristik permainan gitarnya semakin menonjol ketika ia tertarik untuk melakukan petualangan musik dan spiritual ke India. Ia seringkali menggabungkan karakter melodi India yang diadaptasi dari sitar kemudian dimainkan pada dawai gitar elektrik dengan teknik slide. Berkat eksperimennya tersebut yang akhirnya menjadi karakteristik tersediri permainan gitar George terlebih pasca bubarnya The Beatles.

George Harrison dan Ravi Shankar. (Sumber :berkeleybside.com)
George Harrison dan Ravi Shankar. (Sumber :berkeleybside.com)

Pada tahun 1965, diam - diam George memiliki ketertarikan dengan kebudayaan timur terlebih lagi India.Ketertarikannya itu bermula semenjak ia membaca sebuah buku berjudul The Illustrated Book of Yoga, yang berisikan informasi tentang seluk beluk kebudayaan Asia  Ia mulai mencoba mempelajari kebudayaan India dimulai dengan mempelajari musiknya salah satunya yaitu sitar hingga ajaran kepercayaan Hindu. George telah menaruh hasrat untuk belajar sitar sejak ia menonton penampilan Ravi Shankar di London.  Hasil  ketertarikannya dengan sitar pun ia masukan kedalam lagu The Beatles dan pertama kali yaitu pada album Rubber Soul dengan lagu "Norwegian Wood (This Bird Has Flown)" yang dipadukan dengan vokal indah John Lennnon.  Ketertarikannya dengan India juga ia tularkan kepada rekan The Beatles yang lainnya dengan mengajak mereka dalam pertemuan dengan tokoh spiritual India Maharishi Mahesh Yogi pada 24 Agustus 1967 di Hotel Hilton London yang membicarakan tentang Meditasi transedental. Mereka pun ikut tertarik dan hasilnya pada Februari 1968 mereka berangkat ke India bersama pasangan mereka untuk menghabiskan waktu bersama Maharishi Mahesh Yogi. John, Paul, maupun George mendapatkan beberapa inspirasi selama di India yang ia terapkan pada lagu-lagu dalam album "White Album" dan juga "Abbey Road". Tetapi ternyata para personil The Beatles satu persatu mulai tidak betah dan memutuskan untuk pulang. Dimulai dengan Ringo Starr pergi setelah 10 hari, diikuti oleh Paul McCartney seminggu kemudian. Paul McCartney mundur sebagian besar karena ingin menulis, sementara Ringo Starr tidak menyukai makanan di sana dan merindukan keluarganya. John Lennon, sementara itu, menjadi terasing dari istrinya, Cynthia, selama di India.  Dan George Harrison lah personil yang paling lama bertahan dan mempelajari berbagai aspek terkait kebudayaan India hingga masuk kedalam dirinya dan juga permainan musiknya yang juga menjadi karakteristik untuk dirinya sendiri. George juga semakin menjadi pribadi yang tenang dan religius dibanding dengan para rekannya di The Beatles. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Music Selengkapnya
Lihat Music Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun