Mohon tunggu...
Alif Akhtar Hasan
Alif Akhtar Hasan Mohon Tunggu... Alif Akhtar Hasan-Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalinaga-20107030150

Alif Akhtar Hasan-Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga-20107030150

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Kampung Ramadhan Jogokariyan Kembali Hadir Dengan Inovasi Baru

23 April 2021   21:15 Diperbarui: 24 April 2021   03:55 463 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kampung Ramadhan Jogokariyan Kembali Hadir Dengan Inovasi Baru
dokumen pribadi

Ada yang berbeda di kampung Jogokariyan, Kecamatan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Di saat bulan Ramadan tiba kampung ini mendadak ramai dengan digelarnya Kampung Ramadhan Jogokariyan atau sering disingkat KRJ. kampung ramadhan Jogokariyan tak pernah absen untuk digelar setiap bulan Ramadan. Di tahun 2021 ini Kampung Ramadhan Jogokariyan kembali digelar untuk warga sekitar dan masyarakat Yogyakarta. Tak hanya sekedar berjualan di sepanjang jalan Jogokaryan, Kampung ramadhan Jogokariyan juga menggelar sejumlah agenda yang menghadirkan tokoh nasional dan tokoh masyarakat, Penyelenggaraan kampung ramadhan Jogokariyan ini sudah menjadi tradisi masyarakat dalam pelaksanaannya ketenaran masjid Jogokariyan di Yogyakarta. Tak dapat ditampilkan lagi sejumlah kegiatan yang digelar oleh masjid Jogokaryan tak pernah sepi peminat. Kampung ramadhan ini dibuka Sejak hari pertama puasa hingga malam takbiran nanti tak hanya bagi warga juga, Tetapi kalangan masyarakat luar juga bisa menikmati. 

Kampung ramadhan Jogokariyan terbuka untuk masyarakat Yogyakarta maupun untuk para wisatawan pihaknya berharap Kampung Ramadhan jogokariyan bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar setiap tahun kampung ramadhan Jogokariyan selalu menjadi destinasi wisata kuliner saat berpuasa tak heran jika pasar sore ini menjadi surga jajanan takjil tak hanya untuk warga Kampung sekitar tetapi juga warga dari berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta bahkan turis mancanegara terutama jajanan kekinian sajian kuliner yang ada di kampung ini semakin beragam kurang lebih ada 350 pedagang yang meramaikan pasar ini yang buka setiap sore hingga masuk waktu berbuka puasa Kampung Ramadhan jogokariyan menjadi daya tarik tersendiri warga sekitar maupun luar setiap tahun digelar dengan semakin meriah dan menarik minat banyak pengunjung. Tiap harinya kampung ramadhan Jogokariyan menyiapkan kurang lebih 3000 porsi menu buka puasa gratis bagi pengunjung. 3000 porsi ini disiapkan setiap hari oleh takmir masjid dan seluruh warga Jogokaryan persiapan 3000 porsi dimulai pagi hari sampai petang yang dikelola oleh ibu-ibu dan bapak-bapak setiap RT secara bergilir penasaran kan bagaimana kampung ramadhan Jogokaryan mampu menyediakan 3000 porsi makanan takjil setiap harinya ikuti terus 

Bukan hanya itu saja warga di kampung ini memiliki tradisi unik selama ramadhan dengan menyediakan makan gratis untuk berbuka setiap hari pada bulan Ramadhan. Para ibu di kampung ini sibuk memasak nasi di dapur masjid Jogokaryan sementara lauknya dimasak oleh warga kampung di rumah-rumah secara bergantian. Selama puluhan tahun untuk berbuka puasa di kampung ini dilakukan oleh 27 kelompok dasawisma masing-masing kelompok terdiri dari 10 atau lebih, Keluarga setiap kelompok bertugas memasak sekian banyak porsi makanan per hari Selama bulan Ramadan secara bergantian. Lalu biayanya ditanggung dari masjid dan sumbangan warga, Menjelang sore hari nasi dan lauk yang dimasak oleh warga mulai disajikan dalam piring ada sekitar 100 orang relawan yang terlibat menyiapkan makanan di masjid ini laki-laki dan perempuan Semua saling bergotong-royong. Bukan hanya warga setempat warga dari luar Kampung pun ramai memadati masjid untuk menggelar tradisi berbagi makanan gratis selama bulan Ramadan. Pengelola masjid menghabiskan dana sekitar 520 juta rupiah. 

kampung ramadhan Jogokariyan kini menyediakan pelayanan pemeriksaan Covid-19 dengan GeNose. Biaya yang dikenakan pun cukup terjangkau. Hanya dengan berinfaq cukup lima belas ribu saja. Siapa pun dapat memanfaatkan layanan tersebut. Baik warga DIY maupun luar DIY.

dokumen pribadi
dokumen pribadi
Ramainya pengunjung penikmat kuliner takjil di kampung ramadhan Jogokariyan sangat membludak, karena saking antusiasnya warga yang berkunjung karena tidak hanya menikmati aneka kuliner takjil, Tetapi juga ada acara-acara yang menarik seperti pengajian, Bantuan sosial, Dan pertunjukan yang menghibur. Ketika saya pertama sampai di lokasi kampung ramadhan Jogokariyan baru jam 3 sore, Tetapi suasana sudah sangat padat akan masyarakat yang berkunjung ke kampung ramadhan Jogokariyan. Apalagi parkiranya sudah penuh akan kendaraan yang parkir hingga sampai membludak ke Spbu pom bensin jalan paris yang terletak di sisi timur lokasi kampung ramadhan Jogokariyan. akhirnya saya terpaksa parkir di spbu pom bensin jalan paris tersebut dengan terpaksa karena parkiran sudah sangat penuh dan sesak, Apalagi datangnya terlalu awal lalu parkirnya di dalam nanti malah kalau mau keluar area lebih dahulu sebelum waktu berbuka nanti malah kendaraanya terjebak jadi susah untuk mengeluarkan kendaraan.

dokumen pribadi
dokumen pribadi
seusai mendapatkan lokasi parkir, saya langsung menuju lokasi pintu masuk kampung ramadhan Jogokariyan. Tidak ada mengecekan suhu tubuh protokol kesehatan di lokasi tersebut, Tetapi Hanya saja disediakan handsanitizer di tengah pintu masuk kawasan tersebut. Mungkin saking banyaknya pengunjung yang datang hingga membludak, Pihak panitia kampung ramadhan Jogokariyan tidak akan melakukan tindakan pengecekan suhu tubuh karena akan membuat kewalahan pihak panitia. Kemduian saya langsung menuju masjid Jogokariyan, Ternyata disana terdapat banyak sekali warga sekitar yang sedang memasak hingga menyiapkan makanan baik berupa takjil ataupun berupa makanan berat hingga minuman untuk para masyarakat yang datang untuk berbuka puasa disana. 

dokumen pribadi
dokumen pribadi
Tidak mau rugi, saya mencoba berkeliling di sekitar kawasan kampung ramadhan Jogokariyan. Saking banyaknya pilihan makanan takjil untuk berbuka puasa yang dijual disana membuat saya bingung ingin membeli takjil yang mana. Sampainya saya berpikir untuk membeli minuman saja untuk persiapan berbuka puasa. Saya memilih Takjil yaitu es teller dan es sari buah kurma yang harganya relatif ramah di kantong. Untuk perporsi minuman baik es teler ataupun es sari buah kurma hanya seharga lima ribu rupiah saja. Dan disana saya betemu penjual takjil es teler dan es sari buah kurma tersebut yang bernama Mawar. Saya bertemu Mawar yang ternyata seorang pedagang takjil sekaligus panitia partisipan kampung ramadhan Jogokariyan tersebut. Saya melontarkan beberapa pertanyaan kepada Mawar tentang persyaratan apa saja ketika ingin berdagang di kawasan kampung ramadhan Jogokariyan. Lalu Mawar menjawab "Ya banyak mas, Persyaratanya cuma yang lebih utama diprioritaskan warga sekitar sini yang boleh berdagang di kawasan kampung ramadhan Jogokariyan. Gak cuma itu juga tapi protokol kesehatan tetap diperiksa. Seperti setiap pedagang harus memiliki surat sehat bebas Covid-19 yang berupa Genose test. Dan juga sebagian hasil penjualan harus di infaqkan kepada pihak masjid Jogokariyan mas." tutur Mawar. 

Setelah itu es teler dan es sari buah kurma yang saya pesan sudah siap, Dan saya kembali menuju parkiran kendaraan untuk hendak pulang ke rumah. Karena saya tidak betah saking ramai padatnya kondisi disana yang kurang menerapkan protokol kesehatan berupa jaga jarak. Jadi disana sangat disayangkan sekali masih banyak pengunjung yang berdesakan dan tidak menjaga jarak. Dan Jika anda berencana ke Yogyakarta tak ada salahnya mengunjungi masjid ini sekaligus merasakan suasana Ramadhan yang begitu kental bersama warga setempat. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x