Mohon tunggu...
Mohamad NurAlief
Mohamad NurAlief Mohon Tunggu... Freelancer - pelajar

Random person with random background and random interest https://ca-lis.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Sekarang Covid, Selanjutnya Apa?

4 Oktober 2020   13:15 Diperbarui: 4 Oktober 2020   13:48 112
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Nature. Sumber ilustrasi: Unsplash

Tepat dimana saya menulis tulisan ini, saya masih terjebak di dalam keterbatasan mobilitas dan aksesibilitas baik untuk keperluan primer, sekunder, dan bahkan tersier.

Tepat dimana jari -- jemari saya sedang menari diatas papan tombol laptop saya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memaparkan bahwa di Indonesia jumlah angka pengangguran per 28 Juli 2020 meningkat 3,7 juta orang akibat pandemi yang dikutip judul dari artikel di Kompas.com "Akibat Covid-19, Jumlah Pengangguran RI Bertambah 3,7 Juta". [1] Dan tepat dimana mata ini sedang menatap layar laptop untuk menulis tulisan ini, per 30 Agustus 2020 sudah 100 orang dokter harus berkorban nyawa hanya dalam 6 bulan oleh sebab yang sama. [2]

Semua permasalahan yang telah disampaikan berhulu pada satu asal muasal yang sama. Apakah asal muasal itu semua? Ya, Covid -- 19. Lalu apa itu covid -- 19? Menurut Kementrian Keshatan RI, Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2.[3] Jadi pada dasarnya, Covid -- 19 adalah suatu penyakit yang diakibatkan suatu virus Sars-CoV-2 dan ini merupakan penyakit jenis baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Penyakit ini diketahui menyerang sistem pernapasan manusia karena mengakibatkan gejala batuk, sesak nafas, dan demam.

Namun seiring berjalannya waktu dan dikarenakan covid -- 19 ini merupakan penyakit baru dan belum pernah dialami manusia sebelumnya, maka semua gejala ini semakin hari semakin mendapat variasi gejala baik gejala ringan sampai gejala yang berat yang mengakibatkan kematian.

Lalu, apa yang mengakibatkan ini semua? Mengapa covid -- 19 ini bisa sampai muncul ditengah masyarakat dan tidak hanya muncul sesaat, namun menghantui seluruh aspek kehidupan masyarakat baik dari ekonomi, Kesehatan, dan juga sosial sampai detik ini.

Jadi covid -- 19 ini merupakan jenis penyakit zoonosis yang mana penyakit ini merupakan penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Dan menurut Lu et al, sejauh ini bukti kuat yang ada adalah virus ini berasal dari hewan kelelawar dan menular kepada manusia.[4] Namun, apakah umat manusia baru pertama kali menghadapi zoonosis ini? Tidak.

Kita sebagai umat manusia telah menghadapi berbagai penyakit yang berdampak global yang berasal dari hewan atau zoonosis. Sebagai contoh adalah ebola yang menyerah Afrika pada tahun 2018, SARS yang menyerang Asia dan Dunia pada tahun 2002, MERS yang berawal dari Timur Tengah pada tahun 2012, atau bahkan demam berdarah (DBD) yang masih menjadi momok masyarakat Indonesia setiap tahunnya merupakan beberapa contoh penyakit yang berasal dari hewan.

Mengapa zoonosis ini terjadi? Pada dasarnya, zoonosis ini muncul akibat interaksi manusia baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui perantara) sehingga patogen (parasit atau bahan yang menimbulkan penyakit) yang ada pada hewan dapat sampai dan menularkan kepada manusia. Dari 1.407 spesies patogen manusia, 816 (58%) adalah dikenal zoonosis.

Sebagai perbandingan, dari 177 negara yang baru muncul atau muncul kembali patogen, 130 (73%) diketahui zoonosis berdasarkan penelitian dari Woolhouse dan Gowtage pada 2005.[5] Berdasarkan angka tersebut, zoonosis pada dasarnya bukanlah hal yang asing bagi kita umat manusia.

Namun, mengapa penyakit yang bersifat zoonosis ini semakin hari semakin berbahaya seperti covid -- 19 ini? Apakah ada andil manusia atas ditengah keganasan zoonosis ini semua? Jawabannya sangat jelas yaitu, Ada.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun