Mohon tunggu...
Ali Arief
Ali Arief Mohon Tunggu... Seniman

Saya berasal dari Kota Medan...berkarya dan berkreativitas dibutuhkan kemauan dan keyakinan untuk tetap konsisten di jalur kejujuran dan kebenaran...tetap belajar memperbaiki diri...

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Sok Pintar Vs Cerdas

26 Februari 2021   18:42 Diperbarui: 27 Februari 2021   19:34 28 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sok Pintar Vs Cerdas
(Gambar: AmanatID.com)

Terkadang ingin tersenyum dan tertawa geli, melihat orang-orang sok pintar memberikan komentar atau cuitan tentang informasi yang tujuannya dianggap mencari sensasi melalui media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dan lainnya. Dengan penuh percaya diri cuitan yang ditulis, terkadang menggiring menjadi opini yang sangat risih untuk didengar dan malas untuk dibaca. Seperti cuitan dari sosok DS di salah satu media sosial yang menjadi polemik dan perdebatan netizen atau warganet. Hingga memunculkan kegelisahan publik terhadap oknum DS yang menimbulkan kegaduhan informasi yang tentunya dapat memecah persatuan antara suku.

Perlu diketahui, DS dalam cuitannya dianggap telah ikut campur tentang kondisi daerah ujung pulau sumatera yaitu provinsi Aceh. Dengan penuh kecerdasan cuitan yang diungkapkan DS, mampu dibalas oleh gadis campuran Aceh-Minangkabau yang berinisial SA. SA memberikan informasi secara detail terhadap cuitan DS yang telah menyakiti perasaan masyarakat provinsi Aceh. Di usianya yang sangat muda SA, mampu memberikan pembelajaran dan kritikan kepada DS, apa yang telah dilakukannya untuk daerahnya sendiri belumlah terlihat jelas. Kemampuan DS mengeritik dianggap kurang berbobot. Wajar saja warganet kembali mempertanyakan kapasitas DS yang hanya membuat kericuhan di ruang publik. Karakter DS masih belum mencerminkan generasi bangsa yang dapat dicontoh.

Berbeda dengan SA, gadis campuran Aceh-minang dengan tenang, elegan, cerdas, santun mampu membalas unggahan DS yang viral di media sosial. Melalui siaran langsung, jutaan warganet memberikan komentar positif dan mendukung langkah yang dilakukan SA untuk membungkam cuitan DS, yang telah memperkeruh stabilitas kerukunan dan kondisi bangsa yang masih belum hilang dari bayang-bayang pandemi covid-19. Tentunya jika ingin memberikan komentar tidak perlu mengoreksi daerah lain. Perbaiki daerah sendiri dahulu, jika sudah maju dan sejahtera maka tidak salah untuk sharing ke daerah lain.

Perdebatan yang terjadi di media sosial dengan komentar yang tidak disertai data akurat tentang keadaan daerah tertentu, akan menimbulkan gesekan yang hanya menjadi masalah baru. Jangan merasa sok pintar dalam menganalisa keadaan ataupun kondisi daerah, yang bukan lahan untuk diperdebatkan. Jadikan pribadi yang cerdas, meskipun kritikan ditujukan sebagai bentuk memperbaiki keadaan, namun secara real mampu membuka mata serta wawasan berpikir bagi siapa saja yang merasa sok pintar. Tentunya, siapa pun yang sok pintar ketika memberikan pendapat di media sosial, yang seharusnya menjadi wadah berpikir dan silaturrahmi harus bertanggung jawab jika melakukan kesalahan. Sedangkan siapa pun yang cerdas dalam menanggapi kritikan ataupun cuitan negatif, akan terus mendapatkan dukungan moril yang sangat besar dari warganet.

Dengan demikian, tetaplah menjadi sosok yang cerdas bukan sosok sok pintar dalam memberikan komentar atau menulis cuitan yang tidak penting. Jangan seperti kata pepatah 'Menepuk air di dulang terpercik muka sendiri' atau 'Ibarat bercermin di air keruh.' Merasa Sok pintar akan merugikan diri sendiri, tetapi menjadi sosok yang cerdas dibutuhkan kualitas intelektual, pengalaman, kerendahan hati, akhlak yang baik, kejujuran serta mampu menghargai orang lain.

VIDEO PILIHAN