Mohon tunggu...
Achmad Menulis
Achmad Menulis Mohon Tunggu... Khayalan tentang Jakarta

Berharap Jakarta dan Indonesia yang Lebih Baik

Selanjutnya

Tutup

Novel

Jakarta di Dunia Khayalku Part 23

21 Juni 2021   09:57 Diperbarui: 13 Juli 2021   16:09 42 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jakarta di Dunia Khayalku Part 23
Illustration designed by Freepik

Setelah semua hukum pertama yang terbit di Batavia yaitu halal haram pada produk ekonomi dan sosial sudah lahir, pemerintah pun mengecek ke penjuru Batavia dan menindak dengan pelabelan juga pemindahan ke mall khusus produk Haram. Mall pun ditambahkan kata "Haram" agar masyarakat mudah mengenali dari jauh dan mall haram ini banyak ditempatkan pada daerah yang mayoritas penduduk non muslim seperti Batavia Utara dan Batavia Barat walaupun ada di setiap penjuru kota.

Building vector created by macrovector - www.freepik.com

Lantai satu untuk makanan minuman haram pada resto dan cafe. Lantai dua badan finansial dan jasa yang haram seperti bank, pegadaian dan asuransi juga saham. Lantai tiga untuk jasa lainnya seperti bioskop, karaoke, spa pijat, perjudian. Aku juga tempatkan satpol PP untuk pengecekan pelanggan yang masuk mall haram bedasarkan KTP.

Pemerintah Batavia juga mulai menindak aktifitas ekonomi dan sosial haram yanga ada di internet. Bila tidak menambahkan kata haram pada aktifitasnya yang haram, akan diblokir tidak bisa diakses dan dipakai oleh masyarakat Batavia. Jika halal boleh lanjut seperti biasa. Bila ada unsur maysir, gharar dan riba atau keharaman lain, langsung label haram pada nama aplikasi dan produknya. 

Sontak semua aplikasi yang menawarkan pinjol, bank, asuransi, saham, koin digital, perjudian, pegadaian,dan pasar ecommerce marketplace lainnya mulai berkonsultasi untuk mengecek apakah produknya halal dan haram. Keharaman pun pasti terjadi karena semua finansial tersebut memakai bunga dalam bentuk persen yang ditawarkan kepada pelanggannya. Lalu kami pun meminta mereka untuk menyortir pelanggan bedasarkan agama pada KTPnya. Bila agamanya islam, maka tidak bisa masuk menjadi pelanggan pada aplikasi tersebut.

Illustration designed by Freepik
Illustration designed by Freepik

Technology vector created by stories - www.freepik.com

Kami pun mengetes dengan berpura pura menjadi pelanggan yang memaksa ingin masuk walaupun agamanya islam untuk mengecek apakah mereka ikut peraturan atau tidak. Banyak yang terbujuk lalu gagal dan memberi akses masuk produk haram tersebut padahal agamanya islam. Kami langsung memblokir dan menginformasikan kepada perusahaan tersebut berikut dengan bukti kesalahan hasil pengetesannya.

Selanjutnya kami mengunjungi media massa offline seperti koran majalah buku dan online seperti radio, tv dan internet lalu kami menjelaskan hukum baru ini sekaligus mulai mengecek media massa tersebut. Bila ada produk haram pada medianya kami minta mereka labelkan dan pisahkan dengan yang halal. Bila tidak menurut kami sita produknya, tidak diberi izin dan ditutup kantor atau akses ke media tersebut. Tentunya kebebasan pers tidak kami campuri hanya saja kontennya bila mengandung unsur haram kami tindak. Tentu saja lebih mudah untuk menjauhi yang haram ketimbang memisahkan produk mereka menjadi dua. Terlebih radio dan televisi yang tidak bisa menyortir pelanggannya muslim atau nonmuslim wajib menghalalkan semua produknya.

Illustration designed by Freepik
Illustration designed by Freepik

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x