Mohon tunggu...
achmad abizar algifari
achmad abizar algifari Mohon Tunggu... lagi menganggur mau menulis

lagi menganggur mau menulis

Selanjutnya

Tutup

Novel

Jakarta di Dunia Khayalku Part 10

20 April 2021   00:03 Diperbarui: 20 April 2021   00:41 24 3 2 Mohon Tunggu...

Banyak negeri hancur karena pemimpin mati atau dibunuh sehingga harusnya pemerintah bukan one man system tapi musyawarah mufakat atau voting system.

Akhirnya aku sebagai gubernur Batavia menunjuk 4 orang sebagai perencana, penasihat hanya saja orang - orang ini dirahasiakan agar tidak terjadi konflik kepentingan pribadi sehingga apapun kebijakan tidak ada lagi berpusat pada seseorang. Sehingga kami berlima menjadi pemutus kebijakan dengan cara musyawarah mufakat. Aku sebagai gubernur hanya menjadi juru bicara di depan media saja.

Aku yakin posisi gubernur Batavia terancam dengan banyaknya gebrakan dan ide gila tentunya merepotkan tikus tikus koruptor. Dengan ini siapapun yang mengganggu, Batavia tetap berjalan... Siapapun gubernurnya yang mengganti rencana akan tetap matang dan terarah.

Ngomong-ngomong, media saat ini sedang menyoroti kemungkinan perombakan kabinet menteri di Hindia Belanda. Satu media massa menyebut menteri ini favorit, lainnya bilang menteri ini patut dicopot. Bilangnya pengamat ini pengamat itu. Tapi aku fikir lebih dalam lagi mudah sekali menggiring opini. Seandainya aku menteri tidak populer dan khawatir dicopot, aku pasti akan membayar media massa untuk menggiring opini agar menteri lain yang dicopot bukan aku.

Tapi lebih ngeri lagi kalau kebebasan media dikekang padahal pandangan pemikiran dan berpendapat apalagi berbeda pendapat itu hak paling dasar. Bagaimana pemerintah bisa berkaca bila pandangan lain ditutup. Padahal sisi lain belum tentu jahat. Kalau kita punye kekurangan orang lain boleh menasehati dan menegur selama itu baik dan benar ya kan ?

Aku pusing kalau melihat Hindia Belanda yang sedang carut marut di segala bidang. Lebih baik aku fokus ke Batavia...

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x