Mohon tunggu...
Alfrian Bassay
Alfrian Bassay Mohon Tunggu... Wiraswasta - membaca dan menulis

Lebih baik membaca mengikis ketidaktahuan, dan menulis menambah lembaran kehidupan.

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Menanti animo masyarakat pada hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia, terhadap penerapan PPKM.

7 Agustus 2021   01:32 Diperbarui: 7 Agustus 2021   18:24 135 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Menanti animo masyarakat pada hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia, terhadap penerapan PPKM.
dokumen pribadi

Mungkin kalimat ''Pandemi - Covid 19'', sudah terlalu klise dan membosankan ditelinga khalayak umum. Apalagi waktu pertama kali virus itu merebak dan menyebar ke segala penjuru dunia. Kita sudah seperti para filsuf di era kontemporer yang sedang mencari 'kebenaran' lalu duduk berembuk, berdialektika mempertanyakan apakah ini benar-benar virus mematikan, virus alamiah, ataukah virus yang sengaja dibuat oleh manusia (konspirator) untuk mengurangi populasi penduduk di dunia saat ini yang diperkirakan sebesar 7.874.966.000 jiwa (Baca : InfoJabodetabek.com). ataukah ada maksud dari para elite global yang bermesraan dengan kaum oligarkis demi melanggengkan sistem komersialisasi (kapitalisme) lewat segala bentuk prosedural yang berbau dengan uang.

Seorang kritikus budaya sekaligus kaum marxis yang bernama Slavoj Zizek, pernah memberikan pandangannya terhadap Pandemi - Covid 19, lewat bukunya yang berjudul ; Pandemik!  Covid 19 Mengguncang Dunia. Lewat terjemahan bahasa Indonesia dijelaskan dalam buku itu bahwasanya Zizek berasumsi ; Epidemi Virus Corona dapat memberikan nafas segar untuk komunisme dan kekalahan telak bagi kapitalisme. Dia mencoba mengkomparasikan diantara berbagai negara, bahwa China dianggap berhasil melalui pandemi ini.

Alih-alih mendengar statement dari Pemerintah kita bahwa Indonesia akan dengan sigap 'mengusir' virus ini, nyatanya banyak kelalaian yang terjadi sehingga kita keteteran menghadapi musuh yang tak terlihat ini. Mulai dari gonta-ganti kebijakan, akses perjalanan dan pengurusan diberbagai instansi diperumit dengan regulasi yang bagi  masyarakat dinilai irasional. Sampai-sampai istilah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat) pun dijadikan bahan candaan oleh 'warganet' dengan sarkasme-sarkasme dalam bentuk meme.

Sisa menunggu beberapa hari lagi, lagu Kebangsaan Indonesia siap didengungkan. Mulai dari Istana Kepresidenan hingga diberbagai pelosok nusantara. Seraya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke - 76 tahun. Segala pernak-pernik, atribut dan pemasangan bendera Merah Putih siap menghiasi jalanan, depan rumah warga masyarakat, diberbagai instansi pemerintah dan swasta. 

Kalau di tahun-tahun kemarin antusiasme masyarakat dengan menyambut hari kemerdekaan penuh kegembiraan dan solidaritas kebersamaan. berbeda dengan saat ini, semarak kemeriahan lomba di masa pandemi sekarang pun harus diikuti dengan cara virtualisasi pada kota-kota besar.

Takutnya nanti buntut dari penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) membuat kobaran api semangat dan antusiasme masyarakat dalam menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke - 76 kian redup. 

Semoga di hari ulang tahun kita yang ke - 76 ini, kita bukan sekedar merefleksikan dan mengulik kembali perjuangan para 'founding fathers' dan veteran-veteran yang secara heroik mengeluarkan kita dari lingkaran kolonialisme dan imperialisme. Tetapi kita harus mampu menjahit kembali benang persaudaraan kita dan mengkonfigurasikan pemikiran leluhur-leluhur di masa lalu dan mengaplikasikannya di masa kini.

Sekali lagi, selamat menyongsong Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke - 76 Tahun.

Oleh : Alfrian Bassay, S.IP (Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Negeri Manado)

Mohon tunggu...
Lihat Konten Pemerintahan Selengkapnya
Lihat Pemerintahan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan