Mohon tunggu...
alfred karafir
alfred karafir Mohon Tunggu... Verba Volant, Scripta Manent

menginginkan Papua yang damai terlepas dari gerakan-gerakan Separatis OPM

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Peringatan Hari Sumpah Pemuda Bagi Papua Menjadi Tonggak Kemerdekaan Indonesia

29 Oktober 2015   12:49 Diperbarui: 29 Oktober 2015   12:49 92 0 0 Mohon Tunggu...

Peringatan Sumpah Pemuda di Papua memiliki makna penting bagi pemuda Papua, Pemuda merupakan ujung tombak dalam proses pembangunan kedepan yang lebih baik, maka tentu saja semangat sumpah pemuda tidak boleh luntur di Papua. Semangat Sumpah Pemuda akan tetap mempersatukan khususnya pemuda dari Sabang hingga Merauke dalam bingkai NKRI.

Semangat juang dalam Peringatan Sumpah Pemuda sudah seharusnya tetap terpatri dan tidak mengurangi apa yang sudah diletakkan para pemuda puluhan tahun lalu. Pemuda saat ini tentunya tinggal meneruskan apa yang telah dideklarasikan di Jalan Kramat Raya No. 106 Waltervreden (Sekarang Jakarta) yang diubah menjadi Museum Sumpah Pemuda.

Untuk Wilayah Papua sendiri kemungkinan masih banyak yang tidak tahu jika sejarah 87 tahun silam itu bukan berarti tanpa keterlibatan Pemuda/Pemudi Papua. Perlu kita ketahui bahwa Papua juga memiliki andil dalam tercetusnya semangat dan kesepakatan dari tiga poin utama yang mengakar hingga kini.

Ikrar 28 Oktober 1928 yang menjadi cikal bakal pergerakan pemuda dan melahirkan kemerdekaan Indonesia itu melibatkan tiga orang dari Papua untuk ikut menyampaikan pandangannya. Para pemuda Papua pada masa itu tergabung dalam Pemuda Jong Ambon mereka tergabung dalam kelompok Jong Ambon karena pada saat itu para pemuda Indonesia masih terkotak-kotak dengan sebutan “Jong” namun pada Endingnya adalah muncul pergerakan yang mendorong kemerdekaan.

Ketiga Pemuda Papua yang tergabung dalam Jong Ambon pada masa itu adalah Poreu Abner Ohee, Pouw Orpa Pallo dan Aitai Baitawi Karubaba. Poreu Abner Ohee dan Pouw Orpa Pallo sendiri adalah pasangan suami istri yang tinggal di Asei Besar, Sentani Kabupaten Jayapura. Keduanya adalah orang tua dari Ramses Ohee yang merupakan Ondoafi Besar Waena. Sedangkan Aitai Baitawi Karubaba merupakan pemuda asal Serui yang lahir pada 1898.

Pada saat ketika Agenda Sumpah Pemuda akan dilaksanakan, pada tanggal 14 Agustus 1928, ketiganya bertolak dari Hollandia (Jayapura) menuju Batavia (Jakarta) selama 1 bulan dalam perjalanan Laut menggunakan Kapal bernama Mil yang pada saat itu hanya kapal itulah satu-satunya kapal yang melakukan perjalanan dari Hollan hingga ke Batavia.

Setelah Kapal bertolak ke Batavia, Kapal singgah di Serui untuk menjemput Aitai Karubaba dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Batavia. Namun sebelum tiba di Batavia, seluruh pemuda dari wilayah timur singgah di Ternate di Kesultanan Tidore selama beberapa hari. Ternate dijadikan sentral pemuda wilayah timur karena pengaruh kekuasaan yang sangat diakui oleh penjajah.

Setibanya di Batavia, semua pemuda dari berbagai daerah di Indonesia ditampung di Istana Bogor. Dan pada hari H para pemuda dijemput untuk menuju ke sebuah rumah/gedung di Jalan Kramat Raya No. 106 Waltervreden untuk menyatakan ikrar sumpah pemuda. Agenda tersebut dipimpin secara langsung oleh Dr. Soetomo yang juga sebagai pembaca isi Deklarasi Sumpah Pemuda. (Sumber: Ramses Ohee).

Dari sepenggal cerita tersebut, menyinggung wajah Pemuda Papua saat ini tidak ada yang salah bagi pemuda Papua. namun yang mendidik dan membina inilah yang perlu disiapkan untuk membina generasi muda Papua untuk melengkapi hidup para pemuda sehingga menjadi pedoman untuk hari esok agar seluruh Bangsa Indonesia tetap bersatu berjuang dan berkarya. Semoga dalam peringatan hari Sumpah Pemuda ini Tuhan Yang Maha Esa selalu mengkaruniai Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi bangsa yang disegani dunia, Amiiieen (ak)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x