Mohon tunggu...
Alfonsus G. Liwun
Alfonsus G. Liwun Mohon Tunggu... Wiraswasta - Memiliki satu anak dan satu isteri; Hobi membaca, menulis, dan merefleksikan.

Dum spiro spero... email: alfonsliwun@yahoo.co.id dan alfonsliwun16@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Jumlah Semakin Bertambah, Kok Gak Takut-takut?

8 Juni 2020   20:22 Diperbarui: 8 Juni 2020   20:23 72
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dok. Bangkapos, 07/06/2020

Grafik penambahan Covid-19 semakin hari, terus bertambah. Buktinya ada penambahan secara Nasional di angka 847 sehingga jumlahnya 32.033 kasus (Kompas.com-8/6/2020). Sementara itu, khusus untuk Propinsi Kepulauan Bangka Belitung terus meningkat. Tambah 4 pasien sehingga total 102 (Bangkapos.com-7/6/2020). Padahal sebelum-sebelumnya, kasus Covid19 di Kepulauan Bangka Belitung jarang ada penambahan. 

Pertanyaan untuk kita adalah apakah penambahan ini karena pelonggaran PSBB? Atau karena semakin hari, kita semakin tidak peduli lagi dengan penyebaran Covid-19? Ataukah memang, kita harus berani pada keputusan bahwa kita perlu betah hidup dengan situasi ini?

Pulang kerja sore tadi (8/6/2020), saya kaget ketika menyeberang jalan protokol. Kaget karena, disamping jalan perempatan berdiri enam orang polisi lengkap dengan masker. Bahkan hampir disetiap perempatan atau pertigaan jalan ketika sudah melewati jalan protokol pun berdiri beberapa polisi.

Takut Polisi atau Covid-19?

Sementara itu, ada beberapa pengendara kendaraan baik roda dua maupun empat, enggan untuk melewati. Takut dengan polisi, mungkin karena tidak ber-SIM, ber-helm atau karena tidak bermasker. Ketakutan untuk melewati jalan inilah menambah kemacetan dan kerumunan orang-orang. 

Saya sendiri melihat beberapa orang melewati jalan itu tanpa memakai masker. Dan hebatnya, ada sebuah kendaraan beroda dua berhenti sementara dan berusaha menahan kendaraan yang ditumpang, tanpa memakai masker. Dengan nada berupa teguran, "jangan lewat, ada polisi!".

Mereka yang mendengar itu, langsung putar haluan dan kembali menempuh jalur lain. Disinilah, kita dapat mengetahui bahwa ketakutan pada polisi jauh lebih tinggi ketimbang Covid-19. Mungkinkah karena Covid-19 tak kelihatan?

Dalam hati saya, ketika melihat pengendara roda dua tanpa masker yang lewat, rupanya nyalinya ciut, berubah, bukan karena Covid-19, tetapi malahan pak Polisilah yang ditakuti. Semestinya yang harus ditakuti itu Covid-19, bukan pak polisinya.

Takut Covid-19 atau perut lapar?

New Normal belum berlaku untuk semua daerah. Hanya beberapa daerah yang sudah berlaku karena penyebaran Covid-19, dinyatakan berkurang atau nihil. Sebagai misal, di Belitung Timur (Bangka Belitung), Linggga dan Anambas (Kepulauan Riau), dan mungkin daerah-daerah lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun