Mohon tunggu...
Alfira Azzahra
Alfira Azzahra Mohon Tunggu... Instagram : @Alfira_2808

Music Director Radio, Penyiar Radio, Financial Management (And still studying at the postgraduate faculty of economy management @malang city)

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Mengenal Tipe dan Budaya Organisasi Perusahaan

27 Oktober 2020   00:04 Diperbarui: 27 Oktober 2020   00:05 684 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengenal Tipe dan Budaya Organisasi Perusahaan
Document Pribadi : @Alfira_2808

Budaya organisasi adalah suatu karakteristik dari sebuah pola manajemen perusahaan yang menjadi pedoman seperti identitas, komitmen dan stabilitas untuk digunakan sebagai dasar atau kebiasaan dalam perilaku organisasi tersebut. Sehingga bisa membedakan dengan organisasi lainnya dan mempengaruhi  budaya organisasi tersebut dalam menjalankan profesinya.

Ada 4 (empat) Tipe Budaya Organisasi yaitu:

  1. Clan
    Budaya Organisasi ini lebih banyak dikendalikan sang owner langsung atau perusahaan pribadi dengan sistem kekeluargaan. Contoh: Toko Bangunan.

  2. Adhocracy
    Budaya Organisasi ini lebih mengedepankan Pelayanan pada konsumen atau masyarakat. Contoh: PT. KAI.

  3. Hierarchy
    Budaya Organisasi ini mempunyai susunan bertingkat, terukur dan kebanyakan berhubungan dengan pemerintahan. Contoh: Bank BRI.

  4. Market
    Budaya organisasi ini lebih mengedepankan Kepuasan dari Konsumennya. Contoh: Perusahaan Merk "Apple"

Budaya Organisasi Clan dan Hierarchy fokus pada internal. Sedangkan Adhocracy dan Market fokus pada Eksternal.

Dalam budaya organisasi biasanya Pemimpin selalu di ikuti bawahannya. Kita bisa menjadi pemimpin yang hebat jika kita menggunakan potensi diri kita dengan baik, karena pemimpin hebat adalah diri kita sendiri.

Perubahan ada juga karena adanya Teknologi, SDM, Struktur organisasi, dan Budaya Organisasi. Sementara yang bisa merubah karakter seseorang adalah Lingkungan.

Yang dicari oleh perusahaan itu adalah karyawan yang memiliki KSA (Knowledge, Skill, and Attitude). Sedangkan untuk menilai kinerja karyawan bisa menggunakan KPI (Key Performance Indicators).

Ketika suatu perusahaan yang bergerak di berbagai bidang pasti punya budaya organisasi masing-masing yang sengaja diciptakan dan dijalankan oleh para karyawan. Namun tidak semua karyawan bisa cocok atau bertahan dengan budaya organisasi di setiap perusahaan.

Berikut 2 (dua) contoh Budaya Organisasi:

  1. Ayam Geprek SAI
    Tempat makan ini menyediakan varian menu Ayam Geprek sebagai menu utamanya. Didukung juga dengan beberapa pilihan makanan minuman sebagai alternatif, yang menambah poin plus kedai ini.

    Yang unik dari kedai ini adalah para karyawan sebelum memulai menjalankan tugasnya baik itu shift pagi maupun shift sore, mereka rupanya berkumpul terlebih dahulu dan duduk melingkar mem-booking 2 (dua) meja makan pelanggan paling pojok. Kemudian mereka mengaji atau membaca surat-surat pendek dalam Al-Qur'an, dan juga membaca Shalawat Nabi.

    Untuk Non Muslim yang sedang makan di kedai itu mungkin pernah bertanya-tanya sedang apa dan membaca apa. Jawabannya seperti yang sudah penulis sebutkan di atas. Visi misi membaca Ayat suci dan Shalawat Nabi tersebut sebelum memulai aktivitas dengan tujuan agar rezeki hasil dari kedai makan ini bisa barokah.

  2. Counter HP Alibaba
    Sekilas terlihat sama seperti toko yang menyediakan berbagai macam ponsel baru, pulsa, aksesoris HP, dan lain sebagainya. Namun sering kali saat penulis melewati Counter HP ini, para karyawan berbaris di depan toko dan mempunyai yel-yel khusus untuk memompa semangat karyawan itu sendiri.


    Ada suatu tarian khusus juga sesuai yel-yel yang dibuat selama beberapa menit dengan membagikan brosur plus ajakan semua yang sedang melintas untuk mampir dan membeli beberapa produk yang disediakan dari counter tersebut.

Ada beberapa alasan seseorang bertahan dalam manajemen tempat ia bekerja:

  • Kemampuan
  • Kenyamanan
  • Kebutuhan.

Dari 2 contoh Budaya Organisasi di atas, tidak semua karyawan bisa cocok dan bertahan karena menyesuaikan dengan kemampuan, kenyamanan dan kebutuhan seseorang dalam bekerja. 

Seperti tidak semua karyawan mau menari dan bernyanyi di depan toko untuk mengundang konsumen datang karena gengsi. Tidak semua karyawan mau atau bisa membaca ayat suci setiap memulai tugas karena kemampuan membaca ayat yang terbatas, dan lain sebagainya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN