Mohon tunggu...
Alfina Asha Putri Ramadhani
Alfina Asha Putri Ramadhani Mohon Tunggu... Mahasiswi

alfinaashaputrir9@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Terima Kasih, Pahlawan Penjaga Air!

12 September 2019   21:42 Diperbarui: 14 September 2019   15:11 0 0 0 Mohon Tunggu...

Tahun 2018 adalah salah satu tahun bersejarah dalam hidupku. Status 'siswa' yang melekat selama dua belas tahun lamanya akhirnya ditambah dengan imbuhan 'maha' di bagian depan, menjadi mahasiswa. 

Ooh, coba katakan apa yang lebih indah dari melepas kepadatan jadwal sekolah dan kemudian memasuki masa paling santai dalam hidup? Setidaknya itulah yang selalu digambarkan oleh para aktor yang membintangi salah satu ftv yang pernah kutonton. 

Oh tidak, apa yang terjadi kemudian? Sayang seribu sayang. Ternyata semua itu hanya ilusi, maya, semu, tidak nyata. Kehidupan perkuliahan yang kupikir santai dan mudah hanya akan ada di televisi. Dunia nyata sungguh beda dari yang kukhayalkan. Jadwal kuliah yang padat, tugas menumpuk, dosen galak, telat beberapa menit saja sudah tak ada izin masuk kelas. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya!

Aduh, seram betul ini! Sekarang aku tinggal di asrama mahasiswa universitasku. Bentuknya kurang lebih menyerupai rumah susun-lah. Coba tebak, apa masalah vital jika kalian tinggal di tempat sepertiku? 

Ya, tepat. Air adalah persoalan yang kukhawatirkan selalu. Aku khawatir jika tiba-tiba aku ada kelas tapi ternyata air sedang tidak mengalir. Mampus aku jika sampai terlambat karena mencari sumber mata air. Akhirnya dibentuklah sebuah grup daring yang setiap hari dan setiap saat ada saja mahasiswa yang nyeletuk:

"Ada yang tau air menyala di blok mana?"

"Aduh, ini air kenapa tidak ngalir?"

"Kita ini mau wudhu, mau mandi, mau mencuci, kapan nyalanyaaaa -_-"

Ya, kurang lebih seperti itu. Masih banyak sih, kalimat-kalimat protes dan keluhan lainnya, tapi seringnya seperti kalimat diatas. Banyaknya komplain dari mahasiswa, akhirnya dilakukanlah pembaharuan besar-besaran. Benar-benar berubah! Hari itu kami dikumpulkan dalam sebuah aula. Dipersilakan kepada orang-orang untuk mengeluarkan unek-unek yang dimiliki. 

Dan lagi, masalah utama masih seputar air. Ketidakjelasan waktu pengaliran air membuat banyak mahasiswa merasa bingung, kapan waktu sebenarnya air dialirkan. 

Memang, di asramaku airnya menggunakan mesin yang harus disetel dulu sebelum dialirkan. Jadi, yang bisa mengoperasikan semua itu hanyalah para petugas yang memang sudah bekerja di bidang itu. Mesin disetel menyala-mati untuk menjamin ketersediaan air di asrama ini. Semua itu dilakukan untuk menghindari adanya pemborosan air oleh para penghuni. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3