Mohon tunggu...
Alfina Nisauz Zahroh
Alfina Nisauz Zahroh Mohon Tunggu... Semoga bermanfaat :)

early chidhood islamic education . UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pentingnya Membangun Kelekatan (Attachment) Antara Orangtua dan Anak

24 Februari 2020   23:55 Diperbarui: 25 Februari 2020   00:07 56 0 0 Mohon Tunggu...

Bukan hanya orang dewasa yang bisa mengalami stres, tetapi anak-anak juga bisa mengalami stres. Salah satu penyebab stress pada anak yaitu adanya gangguan attachment atau kelekakatan emosional yang bermasalah antara orang tua dan anak.

Menurut John Bowlby. Ainsworth (dalam Hetherington dan Parke, 2001) mengatakan bahwa kelekatan (attachment) adalah ikatan emosional yang dibentuk seorang individu dengan orang lain yang bersifat spesifik, mengikat mereka dalam suatu kedekatan yang bersifat kekal sepangjang waktu. Kelekatan metupakan suatu hubungan yang didukung oleh tingkah laku lekat (attachmet behavior) yang dirancang untuk memelihara hubungan tersebut.

Ketika anak menangis, dan orang tua selalu merespon kebutuhan si anak dengan memeluk atau menenangkannya, maka disitulah kelekatan emosional antara orang tua dan anak terbentuk. Anak tersebut akan merasa bahwa orang tersebut (orang tua) sangat mencintainya dan dapat diandalkan. Sebaliknya, jika si anak menangis tapi orang tuanya kadang memberi respon kadang tidak, maka anak tersebut akan merasa dia tidak dicintai dan tidak dapat mengandalkan orang tersebut.

Kelekatan bukalah ikatan yang terjadi secara alamiah. Ada serangkaian proses yang harus dilalui untuk membentuk kelekatan tersebut. Menurut Jacobson dan Hoffman (1997) dalam papalia, Olds & Feldman (2009), bila anak mendapatkan dasar aman dan dapat mempercayai respon orang tua, mereka akan merasa cukup percaya diri untuk melibatkan diri dari dunia mereka secara aktif.

Pengalaman positif yang di dapat pada masa awal perkembangan anak sangat penting untuk membentuk kelekatan aman (secure attachment). Secure attachment akan terbentuk jika orang tua bersikap sensitif, responsif, dan konsisten terhadap tanda-tanda yang ditampilkan anak.

Sikap orang tua yang sensitif, responsif, dan konsisten terhadap tanda-tanda yang ditampilkan anak dapat membantu anak terhidar dari stres yang beresiko menyebabkan gangguan pada kesehatan, seperti gangguan pada saluran pencernaan.padahal saluran pencernaan yang sehat dapat mempengaruhi perkembangan otak anak, terutama di usia 0-6 tahun.

Untuk menghindari stres yang dialami oleh anak, orang tua perlu bersikap sensitif dan responsif terhadap perilaku anak, serta meningkatkan hubungan yang berkualitas antara orang tua dan anak.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x