Mohon tunggu...
Alfina NisauzZahroh
Alfina NisauzZahroh Mohon Tunggu... 18y.o

PIAUD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Keterlibatan Orang Tua dalam Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

14 November 2019   00:26 Diperbarui: 14 November 2019   00:35 0 0 0 Mohon Tunggu...

Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), keterlibatan orang tua dalam pendidikan merupakan aspek yang penting karena orang tua merupakan pendidik pertama anak dan orang yang pertama kali berinteraksi dengan anak di rumah. Manfaat yang diraih anak dengan adanya keterlibatan orang tua dalam pendidikan.

Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak akan berpengaruh positif apabila orang tua maupun guru memahami makna, bentuk dan tujuan keterlibatan tersebut, tetapi pengaruh sebaliknya akan terjadi apabila  orang tua maupun guru tidak memahami makna, bentuk dan tujuan keterlibatan orang tua itu sendiri, oleh karena itu orang tua dan guru hendaknya benar-benar memahami apa arti dari keterlibatan orang tua dalam pendidikan sebenarnya, agar mereka dapat memutuskan tindakan yang tepat dalam pendidikan anak mereka di sekolah (Diadha, 2015).

Manfaat yang diraih anak dengan adanya keterlibatan orang tua dalam pendidikan  yaitu anak mampu meningkatkan kehadiran mereka disekolah, bersikap dan berperilaku baik. Disamping itu, keerlibatan orang tua dapat menjadikan sumber semangat bagi anak dan juga dapat meningkatkan prestasi dan kepribadian mereka.

Lingkungan keluarga sekurang-kurangnya mempunyai tiga ciri, yaitu: pertama, keluarga memberikan suasana emosional yang baik bagi anak-anaknya, seperti perasaan senang, aman, disayangi, dan dilindungi. Kedua, mengetahui dasar-dasar kependidikan, terutama berkenaan dengan kewajiban dan tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak serta tujuan dari isi pendidikan yang diberikan kepadanya. Ketiga, bekerja sama dengan pusat pendidikan tempat orang tua mengamanatkan pendidikan anaknya (Holis, 2016).

Keterlibatan orang tua juga bisa mengembangkan karakter anak usia dini, biasanya pengembangan karakter tersebut dilakukan melalui kegiatan inti yang biasanya dilakukan dalam keseharian, misalnya mencuci tangan, berdoa sebelum dan sesedah makan, bercermin dan merias diri, dan sebagainya (Suyanto, 2012).

Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), keterlibatan orang tua dalam pendidikan merupakan aspek yang penting karena orang tua merupakan pendidik pertama anak dan orang yang pertama kali berinteraksi dengan anak di rumah. Manfaat yang diraih anak dengan adanya keterlibatan orang tua dalam pendidikan.

Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak akan berpengaruh positif apabila orang tua maupun guru memahami makna, bentuk dan tujuan keterlibatan tersebut, tetapi pengaruh sebaliknya akan terjadi apabila  orang tua maupun guru tidak memahami makna, bentuk dan tujuan keterlibatan orang tua itu sendiri.

Oleh karena itu orang tua dan guru hendaknya benar-benar memahami apa arti dari keterlibatan orang tua dalam pendidikan sebenarnya, agar mereka dapat memutuskan tindakan yang tepat dalam pendidikan anak mereka di sekolah (Diadha, 2015).

Manfaat yang diraih anak dengan adanya keterlibatan orang tua dalam pendidikan  yaitu anak mampu meningkatkan kehadiran mereka disekolah, bersikap dan berperilaku baik. Disamping itu, keerlibatan orang tua dapat menjadikan sumber semangat bagi anak dan juga dapat meningkatkan prestasi dan kepribadian mereka.

Lingkungan keluarga sekurang-kurangnya mempunyai tiga ciri, yaitu: pertama, keluarga memberikan suasana emosional yang baik bagi anak-anaknya, seperti perasaan senang, aman, disayangi, dan dilindungi. Kedua, mengetahui dasar-dasar kependidikan, terutama berkenaan dengan kewajiban dan tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak serta tujuan dari isi pendidikan yang diberikan kepadanya. Ketiga, bekerja sama dengan pusat pendidikan tempat orang tua mengamanatkan pendidikan anaknya (Holis, 2016).

Keterlibatan orang tua juga bisa mengembangkan karakter anak usia dini, biasanya pengembangan karakter tersebut dilakukan melalui kegiatan inti yang biasanya dilakukan dalam keseharian, misalnya mencuci tangan, berdoa sebelum dan sesedah makan, bercermin dan merias diri, dan sebagainya (Suyanto, 2012).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN