Mohon tunggu...
Muhamad Alfin Afrizal
Muhamad Alfin Afrizal Mohon Tunggu... Mahasiswa - Biru

Menulis apa yang ingin ditulis. Itu saja.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Apakah Gapyear Pilihan yang Tepat?

14 Juli 2021   20:10 Diperbarui: 14 Juli 2021   20:34 72 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apakah Gapyear Pilihan yang Tepat?
tangkapan layar pengumuman sbm dan smm (dokpri)

Rabu, 14 Juli 2021 dimana diumumkannya SMMPTN Barat atau Seleksi Masuk Mandiri Perguruan Tinggi Negeri Barat. Yap, ini adalah cara ketiga saya untuk masuk ke perguruan tinggi negeri. Waktu pengumuman, tepat jam 16.00 WIB saya langsung membuka jawaban dari perjuangan saya.

Sebelumnya, saya masuk dalam daftar murid yang berhak mengikuti SNMPTN 2021. Saya saat itu tidak berharap tinggi, karena rata-rata nilai saya juga tidak terlalu besar. Lagian menurut orang-orang, snm itu jalurnya gacha atau hoki-hokian. Padahal itu dilihat dari seberapa besar usaha kita untuk menjaga dan menaikkan nilai akademik.

Tentu, saya yang dulu masuk SMA tidak tahu-menahu tentang itu. Karena yang saya pikirkan adalah hanya untuk melanjuti sekolah. Dan sewaktu kelas 11, barulah muncul tentang univ, prodi yang akan dipilih, persiapan sbm, dan lain-lain. 

Ya meskipun banyak dari mereka menganggap snm itu hoki-hokian, tapi di dalam hati mereka juga berkeinginan kalau mereka diterima jalur snm. Begitu pun dengan saya sendiri. Waktu saya buka itu pengumuman snm, sesuai dengan prediksi saya. Belum rezeki.

Saya tidak sedih, ya gimana ya. Saya soalnya cuman belajar seperti biasa, ulangan harian, tau-tau dapet rapot. Tau-tau masuk ke daftar murid eligible.

Singkat cerita, SBMPTN 2021 udah deket. Ya mulai deh, nyiapin persiapan buat daftar dan lain-lain. Semenjak pandemi, waktu belajar saya tidak kondusif. Saya lebih sering bermain gim ketimbang membaca buku pelajaran dan mempelajari materi. 

Hal yang saya kerjakan saat itu hanya ngerjain tugas, terus main gim. Tugas, main gim, tugas, main gim, itu yang saya lakukan. Dan sampai di satu titik yang membuat saya berpikir. Materi apa aja yang sudah saya tangkap. Bagaimana caranya saya bisa mengerjakan soal ini.

Itu semua hanya pemikiran yang tak berhasil saya pecahkan. Meskipun saya mencoba belajar mandiri, tetap saja tak ada yang nyangkut di otak saya. Kadang, sewaktu ulangan harian saya meminta bantuan teman saya untuk bekerja sama.

Hal yang saya sering lalui, tau-tau UTBK semakin deket. Udah nyelesaiin pendaftaran, tapi masih belum ada proses. Yang saya prioritaskan saat itu ialah ingatan untuk mengerjakan suatu soal. 

H-30 sebelum jadwal saya UTBK, saya membuat jadwal. Dimulai dari subuh, pagi, siang, sore, dan malam. Setiap sesi saya beri waktu 1 jam 30 menit. Tetapi, itu hanya terjadi selama tiga hari. Karena saya tidak tahan dan sering pusing setelah belajar.

Semenjak kejadian itu, saya berpikir kalau belajar berlebihan mungkin bisa membuat saya pusing. Tapi sama saja, setiap saya selesai belajar pasti mengalami pusing. Gawai saya yang sudah retak, saya paksakan untuk mengunduh gim. H-27 saya malah mengunduh gim. Ya meskipun sambil diiringi belajar, tapi seharusnya bukan waktu yang tepat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN