Mohon tunggu...
Alfian Bagus Fitrianto
Alfian Bagus Fitrianto Mohon Tunggu... Editor - 21 y.o

Saya adalah seorang mahasiswa aktif di salah satu universitas yang ada di Yogyakarta. Saya memiliki bakat dalam bidang editor dan fotography

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Memaksimalkan Kegiatan Olahraga di Tengah Pandemi

25 Juli 2021   11:11 Diperbarui: 25 Juli 2021   11:38 114
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pandemi COVID-19 yang menyerang seluruh dunia tentunya sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari. Pandemi yang muncul di Indonesia sejak Maret 2020 ini masih belum bisa disingkirkan oleh bangsa Indonesia sehingga menyebabkan munculnya beberapa kebijakan-kebijakan baru yang dibuat oleh pemerintah. 

Kebijakan ini mengatur hampir seluruh aspek kegiatan masyarakat sehari-hari. Beberapa kebijakan tersebut diantaranya adalah PPKM yang sedang dilaksanakan saat ini. 

Salah satu isi dari kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) ini yaitu kegiatan perkantoran, pendidikan, perekonomian dan pekerjaan lainnya yang diharuskan dikerjakan dirumah secara daring atau biasa disebut sebagai Work From Home. Akibat dari diberlakukannya kebijakan ini, banyak masyarakat yang mengeluhkan jenuh serta sakit punggung akibat duduk pada posisi yang sama selama berjam-jam.

Oleh karena itu, meskipun ditengah pandemi dan masa karantina, masyarakat diharapkan tetap menjaga daya tahan tubuh serta kesehatannya. Furkan, Rusdin dkk dalam artikelnya yang berjudul Menjaga Daya Tahan Tubuh Dengan Olahraga Saat Masa Pandemi Corona COVID-19 yang dimuat di Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5, No. 1 menyatakan bahwa Daya tahan tubuh yang kuat menjadi salah satu benteng menghadapi virus corona COVID-19. 

Olahraga teratur menjadi cara untuk menjaga kesehatan, kebugaran, dan daya tahan tubuh. Dalam ilmu keolahragaaan, kegiatan olahraga dibagi menjadi dua, yaitu kegiatan olahraga untuk melatih persarafan dan untuk melatih gerak otot.

Olahraga dapat dilakukan dimana saja, utamanya dirumah dengan memperhatikan aspek-aspek penting. Pada neural exercise (olahraga persarafan) hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain seperti pernapasan, vokalisasi serta postur saat melakukan kegiatan. Manfaat dari melatih pernapasan yaitu untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan meminimalisir stress, apalagi ditengah kejenuhan yang sedang dialami hampir seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu contoh olahraga yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan melatih pernapasan adalah senam dan yoga. Sedangkan untuk melatih vokalisasi dan postur, dapat dilakukan dengan bersenandung serta melakukan gerakan-gerakan yang lebih energik.

Untuk olahraga melatih otot, dapat kita lakukan dengan melakukan olahraga fisik yang melibatkan gerak otot dalam kegiatan sehari-hari. Beberapa contoh olahraga fisik yang dapat kita lakukan dirumah secara mandiri adalah jogging, push up, sit up hingga pull up. Olahraga ini termasuk olahraga otot besar yang bersifat ritmik. 

Namun, harus tetap sesuai dengan anjuran yaitu dilakukan sebanyak 3-5 kali dalam seminggu dengan durasi 30-45 menit per sesi. Anjuran ini sebagai pencegahan over exercise atau olahraga berlebihan yang nantinya justru akan mengganggu kesehatan tubuh. Selain berolahraga dengan rutin, masyarakat juga dihimbau untuk taat dan patuh dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah. 

Oleh sebab itu, kita dianjurkan untuk menghindari kerumunan dengan berolahraga sendiri dirumah dan selalu memakai masker apabila diharuskan olahraga diluar rumah.

Memaksimalkan kegiatan olahraga saat pandemi tentunya sangat penting bagi kesehatan tubuh. Manfaat dari olahraga bukan hanya untuk membentuk otot ataupun membuang lemak tetapi juga membentuk kekebalan atau imun tubuh untuk menangkal dan mencegah virus COVID-19 menginfeksi tubuh. Tamara Hew-Butler, Associate Professor Latihan dan Ilmu Olahraga bersama Profesor Marian Fahlman di Wayne State University di Detroit telah meninjau pengaruh olahraga dengan sistem imun. 

Penelitian ini mengatasi orang frekuensi olahraga dari 24 ribu orang dewasa di Tiongkok yang meninggal selama epidemi flu Hongkong 1998. "Studi ini menunjukkan bahwa orang yang tidak melakukan olahraga sama sekali atau terlalu sering (lebih dari 5 hari per minggu) berisiko besar meninggal dunia karena flu dibandingkan orang yang olahraga secara cukup," kata para ilmuwan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun