Mohon tunggu...
Meirri Alfianto
Meirri Alfianto Mohon Tunggu... Insinyur - Seorang Ayah yang memaknai hidup adalah kesempatan untuk berbagi

Ajining diri dumunung aneng lathi (kualitas diri seseorang tercermin melalui ucapannya). Saya orang teknik yang cinta dengan dunia literasi

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Balada Rapat dan Cemilan

21 Juli 2020   08:54 Diperbarui: 23 Juli 2020   11:33 1082
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi cemilan ketika rapat atau kerja. (sumber: Shutterstock via kompas.com)

"Diupayakan tidak ada hidangan makan dan minum apapun selama rapat sehingga semua tetap menggunakan masker tanpa ada kesempatan membukanya. 

Hilangkan kebiasaan sajikan makan minum di ruang rapat,"  Begitulah rilis pers Juru Bicara Gugus Tugas tim Penanganan Covid-19, dr.Yurihanto yang dikutip dari laman kompas.com pada Minggu 19 Juli kemarin.

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa logika tanpa logistik itu susah jalan. Logika maksudnya bahwa dalam rapat itu peserta rapat dituntut untuk berpikir mengeluarkan pendapat, gagasan, atau ide. 

Sedangkan logistiknya adalah makanan. Maka tanpa makanan (selanjutnya disebut cemilan), orang jadi tidak maksimal dalam berkonsentrasi. Apalagi pada saat perut berdendang alias lapar. 

Rapat dan makanan itu bagaikan sayur tanpa garam. Hambar, tak ada rasa. Tanpa cemilan rapat terasa kurang geregetnya. Tentunya dilengkapi secangkir kopi, teh, atau minuman lainnya. Apalagi bila suasana rapatnya menegangkan. Waduh, bisa-bisa tensi darah naik.

Di beberapa instansi bahkan menyelenggarakan rapat di luar kantor untuk mengurangi kebosanan dan suasana monoton. Mereka sengaja menyewa gedung pertemuan atau cafe. 

Tujuannya cuma satu, diharapkan ada ide-ide kreatif yang muncul sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih efektif. Tengoklah banyaknya hotel, cafe dan restoran yang sengaja menyediakan ruangan untuk rapat. 

Bahkan dewasa ini, bisnis ini menjamur dan menghasilkan cuan yang tidak sedikit. Dengan bahasa yang lebih keren namanya MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibiton). 

Screenshot berita dari laman kompas.com
Screenshot berita dari laman kompas.com

Banyak kota yang sekarang sedang berlomba-lomba menjadi destinasi MICE seperti Solo, Malang, dan Bandung. Namun bukan hanya instansi swasta yang memanfaatkan gedung pertemuan sekedar untuk rapat. Instansi pemerintah pun sudah jamak dan umum. Intip saja anggaran rapat instansi Kementerian. Anggaran untuk cemilan itu besar sekali. Lumayan kalau dipakai buat subsidi bayar SPP siswa.

Baiklah, itu tadi yang sifatnya outdoor atau di luar ruangan. Bagaimana dengan yang indoor?  Setali tiga uang alias sama saja. Cemilan dan kopi merupakan kewajiban. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun