Mohon tunggu...
Alfarisma Melandika
Alfarisma Melandika Mohon Tunggu... Lainnya - Pecinta kopi, coklat, hujan, dan senja

Terus belajar dan tidak berhenti belajar karena hidup tidak pernah berhenti mengajarkan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kepada Manusia Sombong

6 Desember 2022   07:16 Diperbarui: 6 Desember 2022   07:39 107
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar Ilustrasi (Sumber : Madaninews.id)

Matahari tak pernah berkata pada semesta
Bahwa dia panas dan menyengat
Tak pernah bangga dengan senjanya
Walau selalu dinanti yang sedang merindu
Yang dia tahu hanya jalankan perannya

Hujan selalu turunkan rintiknya
Basahi bumi yang gersang
Sembunyikan derai air mata dan lara hati
Sekalipun tak pernah dia congkak
Yang dia tahu hanya laksanakan tugasnya

Lalu, mengapa engkau tonjolkan ilmumu pada sesama yang sedang mencari ilmu?
Untuk apa engkau isi gelasmu jika sudah penuh terisi air?
Apakah engkau ingin dipuja-puja?
Apakah engkau ingin menjadi intan di antara bebatuan?

Kita bukanlah apa-apa dan bukan siapa-siapa
Kita hanyalah butiran debu yang dengan mudahnya dihempas angin
Dan tak selayaknya menyombongkan diri

Baca juga: Cerita Siang Ini

Baca juga: Kita Adalah

Baca juga: Mengeja Rindu

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun