Mohon tunggu...
Alfarisma Melandika
Alfarisma Melandika Mohon Tunggu... Lainnya - Pecinta kopi, coklat, hujan, dan senja

Terus belajar dan tidak berhenti belajar karena hidup tidak pernah berhenti mengajarkan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hanya Tentang Waktu

5 Desember 2022   11:23 Diperbarui: 5 Desember 2022   11:37 129
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar Ilustrasi (Sumber : Pinterest/PIN)

Jam dinding itu sudah tua dan kusam
Tapi detaknya masih sama seperti dulu
Tidak ada yang berubah
Iramanya selalu teratur
Tak kan bisa dipercepat atau diperlambat

Engkau pun tidak berubah
Masih setia dengan secangkir kopi
Yang kau seduh sendiri
Yang kau nikmati di beranda rumah
Kala senja akan berpamit

Dulu ada seseorang yang selalu duduk di sampingmu
Menemani menyeruput secangkir kopi itu
Seraya bercengkerama diiringi canda tawa
Menata hari esok yang lebih baik

Tapi takdir berkata lain
Hari esok yang telah ditata indah
Hancur dalam sekejap
Belahan hati telah pergi mendahului

Baca juga: Tentang November

Sejatinya hidup adalah persinggahan sementara
Kita akan ditinggalkan atau meninggalkan
Dan semua hanya tentang waktu

Tarakan, 5 Desember 2022

Baca juga: Tentang Sang Puan

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun