Mohon tunggu...
Alfarisma Melandika
Alfarisma Melandika Mohon Tunggu... Lainnya - Pecinta kopi, coklat, hujan, dan senja

Terus belajar dan tidak berhenti belajar karena hidup tidak pernah berhenti mengajarkan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hujan Pertama

3 November 2022   21:19 Diperbarui: 4 November 2022   06:25 131
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi hujan (sumber : kompas.com)

Aroma tanah basah
Dari rintik hujan pertama
Menyeruakkan rasa yang telah lama mengendap
Mengarak rindu yang membisu
Di antara kepingan kisah yang berserak
Yang kini menjelma menjadi sebuah kenangan

Bayangan itu telah luput dari ingatanku
Ditiup angin waktu yang kian menepi
Wajah yang kujumpai di bawah teduh pohon angsana
Kala hujan mengguyur deras

Diiringi simfoni rintik hujan
Terpatri janji tuk kembali
Hujan telah datang dan pergi silih berganti
Namun penantian ini bagai jalan yang tak berujung
Serupa malam yang merindu pelangi

Baca juga: Hening Itu Kamu

Hujan bukanlah tentang aku dan kenangan
Melainkan bangkit dan relakan

Tarakan, 3 November 2022

Baca juga: Di Ujung Jalan

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun