Mohon tunggu...
Alfarisma Melandika
Alfarisma Melandika Mohon Tunggu... Lainnya - Pecinta kopi, coklat, hujan, dan senja

Terus belajar dan tidak berhenti belajar karena hidup tidak pernah berhenti mengajarkan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Cerita Siang Ini

29 September 2022   07:54 Diperbarui: 29 September 2022   08:01 91 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Siang ini menyisakan kisah pilu
Seumpama burung yang kehilangan sayapnya
Tiada mungkin terbang tinggi ke angkasa
Walau asa masih bisa digenggam
Hanya bisa berjalan langkah demi langkah
Lewati segala aral yang melintang

Siang ini mengajarkan makna berjuang
Serupa ilalang yang bertahan di tengah terpaan hujan badai
Harus kuat dan tangguh hadapinya
Tiada kata lelah apalagi menyerah
Walau letih dan gundah setia mencumbu mesra

Siang ini mengingatkan tentang nikmat-Nya  
Laksana tanah basah yang tersenyum
Walau hanya disapa tetesan embun dari dedaunan
Bersama semesta bertasbih
Mengucap syukur atas segala rasa

Siang ini menceritakan tentang hidup
Bahwa perjuangan itu selalu ada
Pasti ada air mata yang sempat membersamai
Dan kita sejatinya adalah pejuang
Walau jalannya berbeda-beda
Teruslah melangkah dengan iringan doa

Baca juga: Bidadariku

Baca juga: Kita Adalah

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan