Mohon tunggu...
Jaman now
Jaman now Mohon Tunggu... Penulis - tulisan saya terinspirasi dari orang sekitar
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Saya seorang karyawan di pabrik swasta

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Kasus Jual Beli Nilai, Skripsi/Tesis, dan Ijazah

16 Februari 2020   08:01 Diperbarui: 16 Februari 2020   08:20 437
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Didunia ini banyak orang yang pintar dan cerdas....

Tapi gak punya ijasah... kalah dengan orang bertitel

Orang yang memiliki ijasah bisa melamar kerja kemana saja......

Tapi sayang Nilai ,skripsi/tesis dan ijazah sekarang bisa dijual belikan.......

Orang bodohpun bisa dapat IPK 4.00 dan gelar Doktor(S3) Dengan beli ijasah......

Tapi resiko nilai /IPK dan gelar ditanggung sendiri....

Misal Ada seorang gak punya keahlian dibidang komputer... membeli Ijasah S1 komputer,membeli skripsi dan Nilai IPK 4.00 kepada calo.....

Kemudian kerja dipabrik.... ditanya?kamu buat Aplikasi vb.Net Pemprograman SQL.... untuk buat mendata karyawan beserta absensi kehadiran dan gaji beserta pemasukan dan pengeluaran pabrik.....

Orang yang gak punya skill dibidang pemprograman plonga plongo.... karena ijasah s1 IPK 4.00 hasil beli....

Jadi menurut saya sebelum beli Ijasah dan nilai IPK ,pelajari dulu bidang tersebut..... atau minimal anda punya keahlian dibidang itu.....

Dan menurut pendapat saya.... Ijasah tak perlu... yang perlu adalah test keahlian....karena banyak anak smk yang bisa mengalahkan sarjana s1... tapi mereka tak mendapat peluang kerja dipabrik karena ijasah... sedang ijasah S1 sendiri banyak dijual belikan....

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun