Mohon tunggu...
Robby Alexander Sirait
Robby Alexander Sirait Mohon Tunggu...

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian." -Pramoedya Ananta Toer

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Kinerja Perekonomian Indonesia 2015

6 Januari 2016   12:09 Diperbarui: 6 Januari 2016   20:51 872 2 0 Mohon Tunggu...

P erlambatan ekonomi global, khususnya negara berkembang dan China, dan ketidakpastian global yang masih terus berlangsung berdampak pada capain kinerja perekonomian Indonesia di Tahun 2015. Perlambatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan angka penganguran dan peningkatan angka kemiskinan di Indonesia merupakan konsekuensi logis dari perlambatan dan ketidakpastian tersebut.

Kisaran Pertumbuhan Ekonomi 2015 Di Angka 4,4 – 4,5 Persen.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan III-2015 mencapai 4,71 persen (c-to-c), melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2014 yang mencapai 5,03 persen. Dengan asumsi nilai PDB kuartal terakhir tidak berbeda jauh dengan capaian tiga kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia di penghujung tahun 2015 hanya berkisar 4,4 – 4,5 persen. Masih jauh dari target APBN-P sebesar 5,7 persen. Perlambatan perekonomian ini tidak lepas dari perkembangan kondisi ekonomi global terkini, yang juga masih menunjukkan perlambatan dan ketidakpastian. Selain itu, terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta perlambatan dalam penciptaan lapangan kerja baru pun ditenggarai menghambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015. Kebakaran hutan dan lahan yang beberapa waktu lalu melanda sejumlah wilayah di Tanah Air telah menimbulkan kerugian sebesar USD 16,1 milyar atau setara 1,9 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sementara itu jumlah pengangguran terbuka tumbuh 0,3 persen dari dari 5,9 persen pada 2014 menjadi 6,2 persen pada 2015.[1] Dari sisi PDB Pengeluaran (y on y), hingga triwulan ketiga tahun 2015, pengeluaran rumah tangga yang memiliki kontribusi diatas 50 persen terhadap PDB mengalami perlambatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sama halnya dengan ekspor dan impor yang juga mengalami perlambatan. Sedangkan pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami peningkatan dari 1,52 persen menjadi 3,93 persen dan investasi mengalami peningkatan dari 4,07 persen menjadi 4,23 persen. Data tersebut memberikan pesan bahwa kontribusi pengeluaran pemerintah dan investasi merupakan faktor utama perlambatan ekonomi 2015 tidak terlalu dalam.

Pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha kuartalk ketiga 2015, hampir semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan. Hanya sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar 4,48 persen. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Sektor Informasi dan komunikasi sebesar 10,23 persen. Disisi kontribusi, sepanjang tahun 2015 struktur perekonomian masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu Industri pengolahan; pertanian kehutanan dan Perikanan dan Perdagangan Besar Eceran;Reparasi Mobil-Sepeda Motor masing-masing sebesar 20,41 persen, 14,57 persen dan 13,09 persen. Jika membandingkan dengan capain periode yang sama pada tahun sebelumnya, mayoritas sektor mengalami perlambatan. Termasuk sektor-sektor padat karya.

EKspor Impor Mengalami Penurunan

Sepanjang tahun 2015 terhitung dari bulan Januari hingga November 2015, neraca perdangangan Indonesia tercatat surplus sebesar USD 7,81 miliar kondisi ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama yang mengalami defisit sebesar USD 2,2 miliar, meskipun pada bulan November 2015 menunjukan defisit USD 0,35 miliar yang merupakan deficit pertama setelah membukukan surplus USD 1,01 miliar pada bulan Oktober 2015 .

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia periode Januari−November 2015 mencapai USD 138,4 miliar atau menurun 14,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Dari sisi ekspor migas, terjadi penurunan nilai yang cukup tinggi yaitu sebesar 38 persen dari USD27,98 Miliar pada menjadi USD17,32 Miliar pada periode yang sama di tahun 2015. Sementara itu ekspor komoditas non-migas yang berkontribusi besar terhadap kinerja ekspor Indonesia juga turut mengalami penurunan sebesar USD12,62 Miliar (9 persen) dari USD133,69 Miliar pada Januari-November tahun 2014 menjadi USD 121,07 Miliar pada tahun 2015.

Komoditas yang memberikan kontribusi paling besar terhadap ekspor non-migas sepanjang bulan Januari-Oktober 2015 yaitu lemak & minyak nabati dan hewani sebesar USD 15,62 miliar diikuti oleh komoditas bahan bakar mineral sebesar USD 13,71 miliar. Kedua kelompok komoditas tersebut juga mengalami penurunan ekspor secara year-on-year masing-masing 11 persen dan 22 persen untuk minyak nabati dan bahan bakar mineral di periode Januari-Oktober tahun 2014-2015. Dimana komoditas yang mendominasi kelompok minyak nabati ialah Minyak Kelapa Sawit sedangkan Bahan Bakar Mineral adalah Batubara. Penurunan nilai komoditas ekspor ini turut ditenggarai oleh melemahnya ekonomi global khususnya untuk negara-negara tujuan ekspor kedua komoditas tersebut.

Sementara periode Januari –November 2015, nilai impor semua golongan barang: barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal, menurun dibandingkan periode sama tahun 2014 masing-masing 15,2 persen, 21,4 persen, dan 17,1 persen. Tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar Januari–November 2015 adalah Cina, Jepang, dan Singapura dengan porsi terhadap total nilai impor nonmigas masing-masing 24,5 persen, 11,4 persen dan 7,6 persen.

 

Investasi Meningkat Dibanding Tahun Lalu

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN