Mohon tunggu...
Alexander Fiandre Readi
Alexander Fiandre Readi Mohon Tunggu... Mahasiswa S1 Hospitaliti dan Pariwisata Angkatan 2017

Mahasiswa Penerima Beasiswa Unggulan Kemendikbud, Program Double Degree STP Trisakti - Guilin Tourism University, Program Studi S1 Hospitaliti dan Pariwisata Angkatan 2017

Selanjutnya

Tutup

Politik

Partai Penyusup

7 September 2020   22:41 Diperbarui: 8 September 2020   01:05 36 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Partai Penyusup
Sumber: kpu.blorakab.go.id

Pilkada serentak tahun ini pastinya beda dari yang lain. Kejadian luar biasa sedang terjadi. Pandemi COVID-19. Pandemi ini memaksa kita untuk tidak berkumpul dan berada di jarak aman. Oleh karena itu, kegiatan kampanye dari pendukung pasangan calon kepala daerah pun pasti terhambat. Dari yang "blusukan" ke rumah-rumah warga, sampai yang kampanye konvoi di jalan raya. Ramai-ramai mengarak calon dan bertemu para pendukung juga. Semua itu sepertinya tidak dibolehkan terjadi tahun ini.

Namun kita bisa lihat sendiri di berita. Dilansir oleh JawaPos.com, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan 243 pelanggaran protokol kesehatan saat pendaftaran pasangan calon kepala daerah yang diselenggarakan pada 4 sampai 6 September 2020.

Jumlah yang tidak sedikit. Jumlah tersebut juga hanya terjadi saat pendaftaran paslon. Ini hanya tahap pertama dari rangkaian Pilkada 2020. Bagaimana saat sudah periode kampanye? Baru mendaftar saja sudah diarak-arak dan diantar beramai-ramai. Mungkin nanti lebih ramai lagi. Seperti tidak dalam masa pandemi saja, kelihatannya normal sebagaimana kampanye biasanya. Semakin tidak ada harga dirinya COVID-19 di Indonesia.

Dimana ada kampanye yang ramai, disana mungkin ada penyusup. Dia penyusup yang handal, yang tidak kelihatan mata telanjang. Membaur bersama kalian dalam keramaian. Hati-hati nanti strategi kampanye paslonnya dicuri! Waspadalah dengan partai politik pendukung yang baru, Partai COVID-19. Selalu siap menginfeksimu kapan saja, tanpa tau kau siapa, atau pasangan calon untuk daerah mana.

Penyusup yang satu ini berbahaya sekali. Sudah membunuh ratusan ribu orang di dunia. Tapi masih saja diremehkan oleh rakyat negara kita ini. Padahal, cara melindungi dari penyusup ini mudah sekali. Tinggal ikuti protokol kesehatan yang ada, maka risiko terinfeksi menjadi rendah. Apa sulitnya? Apa ruginya? Kalau bisa melindungi diri sendiri kenapa tidak dilakukan?

Kalau calon kepala daerahnya baru daftar saja sudah tidak mengindahkan protokol kesehatan dan tidak mengingatkan pendukungnya juga, saya jadi tidak yakin memilihnya. Hal sekecil dan sesepele mematuhi aturan protokol kesehatan saja tidak dipatuhi, bagaimana nanti jika menjadi kepala daerah? Bisa-bisa daerahnya kacau. Tidak tahu prioritas yang harus dikerjakan dan tidak tahu yang penting untuk masyarakat.

Hal-hal besar selalu dimulai dari hal yang kecil. Jika hal kecil saja diperhatikan dengan sungguh-sungguh, maka hal yang besar sudah mudah dikerjakan. Dan ingat selalu, bahwa semua hal dimulai dari diri kita sendiri. Jika diri kita mau, pasti ada jalan untuk melakukannya. Tetap jaga kesehatan, selalu lindungi diri sendiri dan orang terdekat kita ya.

VIDEO PILIHAN